Meulaboh (Metrozone.net) – Masyarakat Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melalui Dinas Kesehatan untuk segera meningkatkan status Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tangkeh menjadi Puskesmas Rawat Inap. Hal ini dinilai sudah sangat mendesak mengingat tingginya kebutuhan penanganan medis darurat di wilayah tersebut.
Selama ini, minimnya fasilitas di Puskesmas Tangkeh memaksa warga yang dalam kondisi kritis harus bertaruh nyawa di perjalanan menuju puskesmas lain.
Keluhan sekaligus harapan tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang Tokoh Masyarakat Woyla Timur, Tgk Junaidi, Kamis (21/5/2026).
Menurut Tgk Junaidi, kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas di Puskesmas Tangkeh saat ini sangat menyulitkan warga, terutama saat menghadapi situasi emergency (darurat) di malam hari atau ketika membutuhkan perawatan intensif.
”Selama ini, kalau ada warga atau pasien yang kondisinya darurat, mereka terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Kuala Bhee di Kecamatan Woyla Induk. Sementara jarak tempuh ke sana itu begitu jauh,” ujar Tgk Junaidi dengan nada prihatin.
Ia menambahkan, persoalan jarak tempuh yang jauh ini kerap menjadi kendala besar. Waktu yang habis di jalan sangat berisiko bagi keselamatan pasien yang membutuhkan pertolongan cepat, seperti ibu melahirkan yang mengalami pendarahan, korban kecelakaan, atau warga dengan penyakit akut.
Mewakili suara masyarakat Woyla Timur, Tgk Junaidi meminta Bupati Aceh Barat melalui Dinas Kesehatan setempat untuk melihat persoalan ini sebagai prioritas utama. Peningkatan status Puskesmas Tangkeh menjadi rawat inap dinilai sebagai solusi mutlak demi mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan yang berkeadilan,” tukasnya
”Kami sangat berharap pemerintah daerah mendengar jeritan hati masyarakat di sini,” Peningkatan status Puskesmas Tangkeh menjadi rawat inap bukan lagi sekadar keinginan, tapi sudah menjadi kebutuhan pokok dan hal yang paling mendesak karena ini menyangkut keselamatan nyawa manusia,” tegas Tgk Junaidi
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep,.M.KM, memberikan penjelasannya. Ia membenarkan bahwa saat ini status Puskesmas Tangkeh memang masih berstatus sebagai puskesmas rawat jalan.
Evi menjelaskan bahwa untuk meng-upgrade status menjadi puskesmas rawat inap, ada sejumlah kendala fisik dan teknis di lapangan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
”Untuk menjadi rawat inap, perlu tambahan ruangan rawatan untuk menampung pasien. Namun jika ditinjau dari kondisi saat ini, lahan Puskesmas Tangkeh masih sempit. Sehingga, diperlukan lahan tambahan dalam rangka perluasan bangunan dan penambahan ruang rawat inap nantinya,” kata Evi Darni.
Selain masalah infrastruktur dan keterbatasan lahan, Evi menekankan bahwa peningkatan status ini juga memerlukan kajian yang lebih mendalam terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.
Menurutnya, operasional rawat inap tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan tenaga medis yang memadai, terutama ketersediaan dokter.
”Perlu kajian lebih lanjut terkait ketersediaan tenaga kesehatan yang mendukung terselenggaranya proses rawat inap, seperti tenaga dokter. Apabila dokter tidak ada, maka sangat mustahil diagnosa penyakit dapat ditegakkan dengan tepat untuk memastikan apakah pasien tersebut statusnya cukup rawat jalan atau memang perlu rawat inap,” pungkasnya.
Penulis: Almanudar








