TIM PKM Riset Politeknik Negeri Jember membuat Tulang Ayam menjadi Sumber Kalsium Pangan dengan Metode Ramah Lingkungan

Berita, Daerah1104 Dilihat

Jember, Metrozone.net,-

​Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Politeknik Negeri Jember (Polije) melakukan riset terkait penerapan nano kalsium tulang ayam broiler dengan metode green synthesis menggunakan jeruk nipis dan belimbing wuluh. Riset ini dilakukan empat mahasiswa yaitu Muhammad Syafi’ul Umam, Muhammad Riziq Ridho, Naufal Alief Roihan dan Aisyah Ramadani Safitri yang di dampingi oleh Bapak Agus Hadi Prayitno., S.Pt., M.Sc sebagai Dosen Pendamping PKM.

​Ketua tim Muhammad Syafi’ul Umam mengatakan pada riset terapan ini mereka memanfaatkan tulang ayam broiler sebagai suplemen pangan. Melalui nano teknologi yang dapat mengubah ukuran partikel kalsium tulang ayam menjadi ukuran partikel yang lebih kecil

“Pembuatan nano kalsium ini menggunakan metode green synthesis dengan bahan alami seperti jeruk nipis dan belimbing wuluh sebagai pelarutnya yang diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dalam proses pembuatan nano kalsium.” Terang Syafi’ul melalui keterangan tertulis Selasa, 22 Agustus 2023.

​Ia menyebutkan bahwa data International Osteoporosis Foundation (IOF) menunjukan bahwa sekitar 41,7% dan prevelensi osteoporosis sekitar 10,3% hal ini berarti 2 dari 5 penduduk Indonesia beresiko osteoporosis, dengan catatan 20 pasien patah tulang osteoporosis meninggal dalam jangka waktu satu tahun.

​Umumnya, sumber kalsium tubuh diperoleh dari susu, sayuran, dan ikan. Tetapi, tidak semua kalsium dari bahan pangan tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh tubuh, karena ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan dan peningkatan penyerapan kalsium di dalam usus. Susu direkomendasikan sebagai sumber kalsium terbaik tetapi harga susu bagi sebagian masyarakat termasuk mahal. Lalu, kata dia, beberapa orang mengalami lactose intolerance, yaitu tidak dapat mencerna laktosa susu dan produk susu lainnya.

​Syafi’ul tim menemukan sumber kalsium lain yang lebih berpotensi dengan kandungan kalsium yang lebih tinggi daripada susu yaitu tulang ayam broiler, Badan Pusat Statistik (2022) mencatat produksi daging ayam broiler pada tahun 2021 mencapai 3.426.042 ton. Setiap mengkonsumsi daging ayam akan menghasilkan limbah yaitu tulang ayam.

​Tulang ayam banyak dihasilkan dari industri rumah potong unggas, industri pengolahan daging unggas, restoran, dan rumah tangga. Tulang ayam memiliki nilai ekonomi yang rendah dan jumlahnya berlimpah, selama ini limbah tulang ayam belum dimanfaatkan secara optimal.

Hasil penelitian Prayitno dkk (2021) menunjukkan bahwa nanokalsium dapat digunakan sebagai food suplement dengan aplikasi nanoteknologi, penerapan teknologi nano dapat mengubah ukuran partikel kalsium tulang ayam broiler menjadi nano (10-9m) sehingga dapat terabsorbsi dengan sempurna. Hal ini yang mendorong tim syafiul untuk melakukan riset nanokalsium tulang ayam broiler dengan metode ramah lingkungan.
​Syafiul menerangkan, kalsium yang berukuran nano dapat lebih mudah larut dan memiliki efisiensi penyerapan yang tinggi di usus dikarenakan adanya peningkatan luas permukaan. Sedangkan, kalsium yang umum berukuran mikro kalsium. Nano kalsium tulang ayam dapat dijadikan sebagai sumber kalsium dan fosfor dengan kandungan anorganik sekitar 28- 56,3%.

​Metode green synthesis dipilih karena dinilai mudah dilakukan, ramah lingkungan dan rendah toksisitas. Selain itu metode ini dipengaruhi tiga faktor utama yaitu ketersediaan dan penggunaan pelarut yang ramah lingkungan, zat produksi yang baik, dan bahan stabilisasi yang tidak berbahaya (Khan dkk., 2022). Penggunaan asam sitrat dinilai cukup mudah ditemukan pada buah buahan bergenus citrus dan memiliki manfaat dalam bidang farmasi sebagai pelarut. Jeruk nipis mengandung 7-6% kandungan asam sitrat dan belimbing wuluh mengandung asam sitrat sekitar 92,6-133,8 mq asam / 100 gram dari total padatan.

​Syafiul berharap penelitian ini dapat menghasilkan produk nano kalsium tulang ayam dengan proses yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan kimia yang tidak aman serta memberikan kontrol yang lebih baik terhadap bentuk, ukuran dan morfologi yang dihasilkan.

​Penelitian keempat mahasiswa Polije tersebut berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) 2023.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *