Sidak Pasar Bina Usaha Meulaboh, Pemkab Aceh Barat Pantau Harga Bahan Pokok

MEULABOH (Metrozone.net) – Bupati Aceh Barat diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab, Wistha Nowar bersama Kadis Pangan, Kadis Perindagkop dan UKM serta Bulog melakukan Sidak di Pasar Bina Usaha Meulaboh pada Selasa (1/9/2026).

Wistha mengatakan, Sidak pasar yang dilakukan oleh pihaknya pada hari ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Aceh Barat untuk memantau dan mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok.

“Ada beberapa komoditi yang kita cek perkembangan harganya ada hari ini, pertama harga daging kerbau atau sapi, ayam, telur ayam, minyak goreng, beras kemudian gula dan beberapa bumbu dapur,” kata Wistha.

Secara umum kata Wistha, dari beberapa bahan kebutuhan pokok yang dipantau pada hari ini yang mengalami kenaikan harga adalah ayam broiler, dan dari hasil diskusi dengan pedagang terdapat beberapa penyebab kenaikan harganya.

“Pertama memang harga yang ditetapkan dari perusahaan inti itu memang sudah cukup tinggi yang diterima oleh pemegang DO, dan maulid di daerah kita sehingga harga ayam broiler mengalami peningkatan,” katanya.

Kemudian kata Wistha, untuk harga beras saat ini masih dalam batas wajar, dan Pemkab juga memberikan toleransi harga yaitu lima persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Dan saat ini juga memasuki musim panen sehingga harga beras cenderung menurun.

“Kemudian untuk harga telur juga masih dalam batas yang wajar, tadi kita cek mereka menerima harga di Rp 49.500 per papan dan mereka jual rata – rata Rp 52.000 per papan. Harga cabe merah mereka jual di harga Rp 52.000 sampai Rp 60.000 per kg,” ujar Wistha.

Dikatakan Wistha, Pemkab akan terus mengingatkan seluruh pedagang untuk mematuhi ketentuan terkait harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan ada beberapa komoditi yang telah ditetapkan HET dan batas toleransinya.

“Untuk menstabilkan harga ada beberapa instrumen yang telah dilakukan pemerintah selain Sidak, salah satunya adalah Pasar Murah dan saat ini kita sedang melakukan subsidi khusus untuk gula yaitu sebanyak kurang lebih 40 ton,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *