Sentil Kasus Silmy Karim, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Jajaran: Yang Masih Belum Sadar, Bangun Dari Tidur

Jakarta, Metrozone.net- Mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim terjerat kasus gratifikasi dan suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait hal itu, Menteri Imipas Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H., M.H., ternyata sudah menyampaikan peringatan keras kepada jajarannya yang nekat melakukan pelanggaran hukum sejak sebulan lalu.

Menteri Agus kerap mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk bersih-bersih dan berbenah dalam setiap pidato. Namun, pada rapat analisis dan evaluasi (anev) awal Mei lalu, arahan tersebut disampaikan dengan penekanan dan ancaman pidana yang lebih tegas.

“Saya ingatkan, ini institusi punya kalian loh. Dan siapa lagi yang mau menjaga? Dan saya sampaikan, saya tidak ragu-ragu mempidanakan rekan-rekan yang memang masih nekat melakukan itu,” tegas Menteri Agus seperti dilihat dalam akun Instagram resminya, Jumat (5/6/2026).

Menteri Agus Andrianto menyampaikan terima kasih kepada jajaran yang sudah berusaha berbenah alias memberikan pelayanan terbaik dan menjalankan program-program Kementerian Imipas, juga kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya Asta Cita. Di sisi lain, ia kembali memberi peringatan keras bagi oknum yang perilakunya bertentangan dengan prinsip PRIMA.

PRIMA merupakan nilai-nilai utama atau kiblat kerja yang dicanangkan oleh Menteri Agus Andrianto. Nilai tersebut merupakan singkatan dari profesional, responsif, integritas, modern, dan akuntabel.

“Kepada teman-teman yang sudah berusaha baik, saya ucapkan terima kasih. Yang masih belum sadar, bangun, bangun dari tidur! Jangan nanti kamu kaget bangun-bangun masuk penjara kamu,” ujar Menteri Agus Andrianto.

Pada bagian akhir video, Menteri Agus Andrianto menguatkan jajarannya untuk tetap bertahan menjaga nilai inti PRIMA tersebut. Ia meminta seluruh jajaran untuk mampu beradaptasi dalam kondisi apa pun.

“Dalam kondisi apa pun, keterbatasan yang kita hadapi, kita harus mampu survive dan mampu bertahan. Mampu bertahan dan bisa beradaptasi dengan perkembangan dinamika situasi yang terjadi,” pungkasnya.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed