MEULABOH (Metrozone.net) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Barat, dan Komunitas Seni berkolaborasi menyalurkan donasi kepada keluarga Cut Arfina pada Senin, 29 Juni 2026. Total donasi yang berhasil digalang dan diserahkan secara langsung mencapai Rp20.550.000.
Cut Arfina merupakan seorang guru kesenian berstatus tenaga honorer di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Harapan Bangsa. Rumah yang ditempatinya bersama ibu dan adiknya di Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, ludes terbakar pada Minggu malam, 21 Juni 2026 lalu.
Penyaluran donasi berupa uang tunai ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA, Ketua PGRI Aceh Barat Zainal Abidin, perwakilan komunitas seni, Kepala MAN 1 Aceh Barat Faisal, M.Pd, Kepala MTsS Harapan Bangsa, serta jajaran dewan guru.
Kepala Kankemenag Aceh Barat, Dr. Khairul Azhar, menyampaikan bahwa penyaluran donasi ini merupakan bagian dari ikhtiar dan kepedulian para guru serta pelaku seni dalam menyikapi musibah yang menimpa teman seprofesi.
”Tentunya bantuan ini diharapkan bisa berdampak positif dan meringankan beban keluarga Cut Arfina. Donasi ini adalah wujud belasungkawa kita semua yang tergerak untuk membantu atas musibah kebakaran tersebut,” ujar Khairul Azhar.
Senada dengan hal itu, Ketua PGRI Aceh Barat, Zainal Abidin, menambahkan bahwa dana yang disalurkan murni berasal dari sumbangan sukarela para guru di Aceh Barat. Ia menegaskan bahwa aksi solidaritas ini bergerak tanpa sekat kedinasan.
”Kita tidak melihat latar belakang payung instansinya, apakah di bawah Kemenag atau Kemendiktisaintek. Donasi ini murni untuk guru yang sedang mengalami musibah. Ini adalah sumbangan guru di Aceh Barat yang difasilitasi oleh PGRI. Kami turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran ini,” ucap Zainal.
Kolaborasi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan dana dengan rincian sebagai berikut:
Kemenag/MTsS HBS Meulaboh : Rp11.050.000,-
PGRI Aceh Barat : Rp6.100.000,-
Komunitas Seni : Rp3.400.000,-
Cut Arfina saat ini tinggal bersama ibunya, Sri Yulianti, yang berstatus janda, serta seorang adiknya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pascakebakaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat melalui instansi terkait sebenarnya telah bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat serta mendirikan tenda darurat.
Namun, keterbatasan fasilitas membuat tenda tersebut kurang memadai untuk dijadikan tempat tinggal dan beraktivitas sehari-hari bagi tiga orang perempuan. Faktor keamanan di luar bangunan saat malam hari menjadi kekhawatiran utama mereka.
”Saat ini kami terpaksa menyewa rumah sementara waktu, sampai ada rezeki dan uang untuk memperbaiki kembali rumah yang rusak. Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para guru dan semua pihak yang telah sudi membantu kami,” tutur Cut Arfina dengan nada haru.
Selain mendedikasikan dirinya sebagai guru honorer, di kalangan seniman Aceh Barat, Cut Arfina juga dikenal luas sebagai sosok yang multitalenta. Ia memiliki kualitas suara dan performa yang memukau dalam seni tarik suara, serta kerap tampil mengisi berbagai acara hiburan musik dan pentas bernyanyi di daerah tersebut.
(Almanudar)












