Ratusan Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Program Baca Tulis Al-Qur’an

Karang Intan, Metrozone.net

Suasana Ramadan 1447 H di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terasa semakin khidmat dan penuh makna. Pada Selasa, 24 Februari 2026, ratusan Warga Binaan memadati Masjid At Taubah untuk mengikuti kegiatan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan, khususnya dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan.

Dengan penuh semangat, para Warga Binaan duduk berkelompok, dibimbing, mempelajari huruf demi huruf, memperbaiki makhraj, serta memperdalam pemahaman tajwid.

Kepala Lapas, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki diri.

“Ramadan adalah bulan pembinaan, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang tidak baik. Melalui pembelajaran Al-Qur’an ini, kami ingin membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik, berakhlak, dan siap kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebaikan,” ujar Yugo.

Ia menambahkan bahwa pembinaan kerohanian menjadi pondasi penting dalam proses reintegrasi sosial, sehingga ketika bebas nanti, para Warga Binaan memiliki bekal spiritual yang kuat.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Gunadi, menyampaikan bahwa program BTQ ini dirancang berjenjang agar seluruh Warga Binaan, baik yang masih tahap dasar maupun yang sudah lancar membaca, tetap mendapatkan pembinaan sesuai kemampuan.

“Kami melakukan pendampingan secara bertahap. Bagi yang belum mengenal huruf hijaiyah, kami mulai dari dasar. Bagi yang sudah bisa membaca, kami arahkan untuk memperbaiki tajwid dan memperdalam pemahaman. Harapannya, tidak ada lagi Warga Binaan yang buta aksara Al-Qur’an,” jelas Gunadi.

Salah satu Warga Binaan, Aan, mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya merasa Ramadan kali ini berbeda. Di sini saya belajar dari nol membaca Al-Qur’an. Setiap hari semakin lancar, hati juga terasa lebih tenang. Saya ingin ketika kembali ke keluarga nanti, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan membimbing anak-anak saya,” ungkap Aan dengan penuh haru.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan mental, dan penanaman nilai-nilai spiritual. Semangat belajar Al-Qur’an yang terpancar dari para Warga Binaan menjadi bukti bahwa perubahan selalu mungkin terjadi ketika ada kemauan dan kesempatan. (ysf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *