Meulaboh (Metrozone.net) – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sekaligus memimpin pengambilan sumpah jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi Tahun Anggaran 2024. Prosesi khidmat ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Barat pada Senin (18/5/2026).
Dalam sambutannya, Tarmizi atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh aparatur yang baru saja dilantik. Ia menegaskan bahwa mulai hari ini, mereka telah resmi menyandang status sebagai PNS penuh waktu atau 100 persen.
”Ketika kita memilih mengikuti seleksi CPNS, di situ ada niat, ikhtiar, dan juga doa. Hari ini Allah mengabulkan jawaban dari doa-doa tersebut hingga terwujud. Ini merupakan pilihan hidup yang sudah ditentukan jauh hari sebelumnya,” ujar Tarmizi di hadapan ratusan PNS baru.
Lebih lanjut, Tarmizi mengingatkan para abdi negara tersebut mengenai esensi dan tanggung jawab besar yang melekat pada seorang PNS. Menurutnya, profesi PNS memiliki beban moral yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan pegawai di sektor swasta.
Meskipun sama-sama bekerja untuk mencari nafkah demi kelangsungan hidup dan keluarga, perbedaan tempat bekerja melahirkan konsekuensi tanggung jawab yang berbeda pula.
”Kalau di perusahaan swasta, urusan kita hanya dengan pimpinan perusahaan. Jika kita melakukan kesalahan, maka yang rugi adalah owner (pemilik) perusahaan tersebut. Tetapi kalau PNS yang membuat kesalahan dan bekerja tidak serius, maka yang dirugikan adalah seluruh masyarakat se-Kabupaten Aceh Barat,” tegas Tarmizi.
Oleh karena itu, Bupati Aceh Barat meminta dengan tegas agar para PNS yang baru menerima SK penuh ini meninggalkan segala bentuk kebiasaan buruk yang mungkin pernah dilakukan di masa lalu. Ia menuntut integritas dan profesionalisme tinggi dalam melayani publik.
Secara khusus, Tarmizi memberikan atensi dan peringatan keras kepada para PNS yang ditempatkan di sektor pelayanan dasar, yaitu bidang pendidikan dan kesehatan.
”Terutama di bagian pendidikan dan kesehatan, kami ingatkan. Ini tidak hanya berbicara soal merugikan masyarakat biasa. Di dunia kesehatan, kelalaian bisa berdampak fatal karena menyangkut nyawa manusia.
Sementara di bidang pendidikan, kita berbicara tentang masa depan generasi penerus bangsa. Maka jangan pernah bermain-main, seriuslah dalam bekerja,” pungkas Tarmizi
(Almanudar)













