Meulaboh (Metrozone.net) – Jajaran pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat melakukan kunjungan silaturrahmi ke kediaman ulama kharismatik Aceh, Abu H. Mustafa Habli, Lc, pada Sabtu (28/3/2026)
Pertemuan yang berlangsung hangat ini bertempat di kompleks Dayah Raudhatun Nabawiyah, Masjid Baro, Kecamatan Samatiga.
Selain dikenal sebagai Pimpinan Dayah Raudhatun Nabawiyah, Abu Mustafa Habli, Lc merupakan sosok alim yang menjabat sebagai Dewan Mustasyar PCNU Aceh Barat.
Kehadiran pengurus harian PCNU ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturrahmi sekaligus memohon petuah dan doa bagi keberlangsungan organisasi.
Ketua PCNU Aceh Barat, Waled Dr. H. Khairul Azhar, S.Ag., MA, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat arah perjuangan NU di Bumi Teuku Umar.
Menurutnya, kekuatan Nahdlatul Ulama tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi pada adab dan ketersambungan sanad pemikiran dengan para ulama.

”Kami datang untuk memohon nasihat dan doa agar langkah PCNU Aceh Barat ke depan senantiasa dalam keberkahan. Silaturrahmi ini adalah bukti bahwa sinergi antara ulama dan pengurus adalah kunci dalam menjalankan dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah,” ujar Waled Khairul.
Dalam kunjungan tersebut, Waled Khairul didampingi oleh jajaran pengurus teras dan kader militan, di antaranya:
Aduwina Pakeh, M.Sc (Sekretaris Tanfidziyah)
Dr. Suharman, M.Si (Wakil Ketua)
Ust. Daniel Zuhendra, M.A (Wakil Sekretaris)
Tgk. Rizqi Rahmatullah/Abi Rafif (Wakil Katib Syuriah)
Tgk. Jadan, S.Sos.I (Wakil Katib Syuriah)
Tgk. Muhammad Rafi (Kader Militan NU Aceh Barat)
Pertemuan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Abu Mustafa Habli. Momentum ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh kader NU di Aceh Barat untuk terus bergerak memberikan manfaat bagi umat.
Kesinambungan komunikasi antara pengurus dan dewan mustasyar diharapkan dapat memastikan bahwa setiap kebijakan organisasi tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang moderat dan maslahat bagi masyarakat Aceh Barat secara luas. (*)
(Almanudar)






