Suka Makmue (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menggelar Forum Group Discussion (FGD) Kajian Kebutuhan Dan Kelayakan Pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bidang Pangan dan Energi Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Inspektorat, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (15/4/2026).
FGD tersebut dibuka oleh Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda), Ir. H. Hizbulwatan.
Dalam sambutannya, Hizbulwatan menyampaikan bahwa pelaksanaan kajian ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Nagan Raya dengan Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala.
“Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen Pemkab Nagan Raya untuk menghadirkan kajian yang berbasis ilmiah, objektif, serta didukung oleh kapasitas akademik yang mumpuni,” ujar Hizbulwatan.
Ia menjelaskan, melalui FGD ini Pemkab Nagan Raya berupaya menghimpun berbagai pandangan, masukan, serta analisis dari para ahli dan pemangku kepentingan agar keputusan yang diambil tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi daerah.
Pada sektor pangan lanjutnya, rencana pengembangan usaha pengemasan beras dan sistem pergudangan diharapkan mampu menjawab tantangan distribusi, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.
“Dengan dukungan manajemen yang profesional dan sistem logistik yang baik, BUMD nantinya dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, pada sektor energi, Hizbulwatan menuturkan bahwa kajian difokuskan pada pemanfaatan biomassa jangkos atau limbah tandan buah segar (TBS) sebagai sumber energi alternatif.
“Potensi sumber daya alam seperti batu bara dan emas juga akan dikaji secara komprehensif, baik dari sisi ekonomi, teknis, maupun dampak lingkungan dan sosial,” sebutnya.
Ia menegaskan, melalui FGD ini seluruh pihak tidak hanya membahas peluang, tetapi juga harus mengidentifikasi tantangan, risiko, serta strategi mitigasinya secara objektif.
“Kajian yang dilakukan harus mencakup aspek pasar, keuangan, hukum, kelembagaan, hingga tata kelola perusahaan yang baik,” jelas Hizbulwatan.
“Saya berharap hasil kajian ini menjadi dasar yang kuat dalam pengambilan kebijakan strategis daerah. Tim peneliti dan akademisi dari Universitas Syiah Kuala melalui Pusat Riset Kita Kreatif juga diharapkan terus memberikan pendampingan dalam proses penyusunan kajian ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Nagan Raya yang juga menjabat sebagai Plt Inspektur, Jasman, S.E., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian daerah.
“Khususnya pada sektor pangan dan energi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus potensi unggulan daerah,” tuturnya.
“Pelaksanaan kajian ini Pemkab Nagan Raya bekerja sama dengan Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala sebagai mitra akademis yang memberikan dukungan analisis dan kajian ilmiah,” sambungnya.
Menurut Jasman, FGD ini bertujuan untuk menghimpun masukan, saran, dan rekomendasi dari para ahli, praktisi, serta pemangku kepentingan, sekaligus mengkaji kelayakan pendirian BUMD di sektor pangan dan energi, serta merumuskan model kelembagaan dan strategi pengelolaan BUMD yang efektif dan berkelanjutan.
“Kegiatan FGD ini diikuti oleh unsur perangkat daerah, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi di bidang pangan dan energi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala, Prof. Mukhlis, S.E., M.S., menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan dalam proses kajian tersebut agar BUMD yang dibentuk nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap memberikan pendampingan agar kajian ini menghasilkan BUMD yang sesuai harapan bersama,” katanya.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemkab Nagan Raya dan Tim Pusat Riset Kita Kreatif Universitas Syiah Kuala yang ditandatangani oleh Plt Sekda Ir. H. Hizbulwatan dan Prof. Mukhlis, S.E., M.S.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi sektor energi oleh Dr. Ir. Bambang Setiawan, serta materi sektor pangan oleh Hendra Halim, S.E., M.E., dan ditutup dengan sesi diskusi.
FGD tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Amran Yunus, S.P., M.T., staf khusus bupati, kepala SKPK terkait, para Kepala Bagian Setdakab Nagan Raya, perwakilan Kejruen Blang, penyuluh pertanian, pengusaha kilang padi, perwakilan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS), serta sejumlah undangan lainnya.
(Almanudar)






