Banyuwangi, Metrozone.net- Berbicara tentang Kabupaten Banyuwangi, tentu banyak yang menarik untuk diketahui dan diulas. Selain dikenal dengan wisatanya yang dikenal hingga mendunia, tambang emas yang kebetulan letaknya ada di Banyuwangi juga menjadi sorotan banyak mata.
Bupati Ipuk Fiestiandani tentunya tidak ada kaitannya dengan persoalan perijinan tambang emas tersebut. Sebab periode awal Ipuk menjabat sebagai Bupati tambang tersebut sudag beroperasi lama. Usut punta usut, perijinan tambang bermula sejak tahun 1991. Tentu Ipuk Fiestiandani belum jadi Bupati.
Nampaknya, tambang emas tersebut menuai pro dan kontra. Entah dari perijinannya atau dari sisi keberadaan tambang emas tersebut. Persoalan perijinan, tentu Bupati Ipuk tak memiliki ranah dan kewenangan untuk memberikan ijin atau tidaknya untuk beroperasi.
Berdasarkan data, dampak adanya tambang emas untuk daerah berdasarkan Undang – Undang, sesuai dengan Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintahan dan Pemerintah Daerah, daerah penghasil tambang hanya mendapatkan dana bagi hasil pajak, dana bagi hasil pendapatan negara bukan pajak, dan CSR.
Secara kasat mata apakah ada kontribusi tamabang emas untuk pembangunan daerah? Hemat penulis ada, seperti pembangunan jalan, dibidang sosial, bedah rumah. Namun mungkin yang banyak dikeluhkan apakah dengan jumlah produksi dan dengan apa yang diberikan sudah setara atau seimbang?. Ini yang harus menjadi tugas Bupati dan jajaran memberikan pemahaman secara detail, rinci dengan bantuan pihak tambang, meskipun akses informasi bisa didapat di internet.
Menurut pandangan saya, Bupati Ipuk dan jajaran di periode ini terlalu menikmati untuk melayani masyarakat dengan adanya program – program yang pro rakyat hingga turun langsung ke masyarakat guna mengetahui keluhan dan harapan masyarakat. Bupati Ipuk tak berhenti mendengungkan mari bersama – sama membawa dan membangun Banyuwangi lebih maju dan lebih baik lagi. Ini ciri khas Bupati Ipuk yang tidak dimiliki oleh Bupati sebelumnya termasuk Abdullah Azwar Anas, mantan Bupati Banyuwangi sebeluk Ipuk Fiestiandani.
Mari bersama dukung Bupati Ipuk membawa Banyuwangi lebih baik dan bermartabat di kancah nasional maupun internasional, tentu salah satunya tidak membiarkan Bupati Ipuk diintervensi atas kebijakannya yang pro rakyat oleh siappun termasuk orang dekatnya.
Veri Kurniawan S.ST.,S.H ( Komunitas Pendukung Ipuk / KPI )







