Penyuluhan Kesehatan (Konvergensi Pencegahan Stunting) Sasaran Non Fisik TMMD Reguler Ke – 120 Kodim 0105/Abar

TNI/Polri45 Dilihat

Aceh Barat, Metrozone.net I Dalam rangka membantu Pemerintah Daerah sekaligus menggugah kesadaran masyarakat terkait dengan tumbuh kembangnya anak sejak usia dini agar tidak mengalami gizi buruk, Satgas TMMD Reguler ke – 120 Kodim 0105/Abar menghelat kegiatan sasaran Non Fisik (Penyuluhan/Sosialisasi) tentang konvergensi pencegahan Stunting dengan menghadirkan peserta warga masyarakat Desa Kuala Manyeu Kecamatan Panton Reu, Sabtu (25/5/2024)

Sosialisasi/Penyuluhan Kesehatan yang mengusung tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah”, ini menghadirkan Narasumber dari BKKBN Provinsi Aceh Teuku Masren (Satgas Percepatan Penurunan Stunting Aceh/Technikal Asisten Aceh Barat) dan Kepala Puskesmas Meutulang Ns. Sufiani, S.Kep.

Hingga detik ini, berbagai kegiatan sasaran Fisik terus dilakukan oleh Tim Satgas TMMD Reguler ke – 120 Kodim 0105/Abar, namun sasaran Non Fisik juga menjadi prioritas dan tidak kalah pentingnya. Apalagi saat ini kondisi Stunting tengah menjadi issue nasional dan menarik perhatian semua pihak, baik mulai dari Pemerintah Pusat, Daerah hingga Desa.

Untuk itu, Dansatgas TMMD Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., melalui Koordinator Sasaran Kapten Inf Hendra Saputra berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah wawasan atau ilmu tentang makanan yang sehat dan bergizi, terutama bagi kaum lbu – lbu yang setiap harinya menghidangkan makanan untuk anak – anaknya sebagai generasi penerus bangsa.

“Melalui Satgas TMMD ini, Kami berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi dan Puskesmas Meutulang berusaha sekuat tenaga untuk menurunkan angka Stunting. Yang mana Stunting ini juga termasuk salah satu dari 8 Program yang diprioritaskan oleh Pemda Aceh Barat. Dengan sosialisasi ini diharapkan mampu menekan Stunting seminimal mungkin, sehingga terwujud SDM yang ungggul, sehat dan berkualitas. Dengan demikian, keharmonisan dan kesejahteraan keluarga akan tercipta khususnya di wilayah Desa Kuala Manyeu Kecamatan Panton Reu ini”, gamblangnya

Sementara Narasumber lebih dalam lagi mengupas, bahwa Stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek yakni terganggunya perkembangan Otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu bisa menurunkan kemampuan kognitif, kekebalan tubuh, munculnya penyakit diabetes, obesitas, jantung, stroke hingga kanker.

“Stunting ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya meliputi kurangnya akses makanan bergizi terutama kepada lbu yang sedang hamil, praktek pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses air bersih dan sanitasi tidak menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta faktor lingkungan lainnya”, papar T. Masren

Masih dalam forum yang sama, Kapus Meutulang menimpali dengan menuturkan bahwa Stunting ini bisa dicegah, namun perlu peran aktif dari masyarakat, sebab ini adalah masalah atau persoalan Kita bersama.

“Pencegahan Stunting dapat dilakukan mulai dari diri Kita sendiri, meliputi siapnya calon pengantin (cukup umur), menjaga pola makan lbu hamil, Bersalin di fasilitas kesehatan, memberi bayi ASI ekslusif, menimbang bayi setiap bulan (Posyandu) dan mengkonsumsi buah – buahan maupun sayur – sayuran yang bergizi”, tandas Sufiani

Pewarta : Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *