Pringsewu, Metrozone.net, – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mencanangkan Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Kabupaten Pringsewu di Aula Utama Kantor Pemkab Pringsewu, Rabu (15/4/2026). Desa Cantik adalah program pembinaan dari Badan Pusat Statistik (BPS) bagi meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data. Program ini bertujuan mewujudkan Sistem Satu Data Desa Indonesia yang akurat guna mendukung perencanaan pembangunan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu, kata Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, menyambut baik dan mengapresiasi BPS atas inisiasi program Desa Cantik serta pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan Statistik Sektoral. Menurut Bupati, saat ini kita berada pada era di mana data menjadi aset yang sangat penting dalam perencanaan pembangunan. Kebijakan yang tepat hanya dapat dihasilkan dari data yang akurat, mutakhir dan bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, penguatan tata kelola data, baik di tingkat kabupaten hingga desa, menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
“Melalui program Desa Cantik, kita mendorong desa untuk tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang mampu menghasilkan dan memanfaatkan data secara mandiri. Dengan data yang baik, desa dapat menyusun perencanaan yang lebih tepat sasaran, mengoptimalkan potensi yang dimiliki, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujarnya.
Selain itu, pelaksanaan pembinaan dan evaluasi statistik sektoral menjadi langkah strategis dalam memperkuat penyelenggaraan statistik sektoral di lingkungan Pemkab Pringsewu. Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas data, memperkuat koordinasi, serta menerapkan prinsip Satu Data Indonesia secara konsisten.
Bupati Riyanto Pamungkas juga menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) yang diselenggarakan BPS, yang disebutnya sebagai kegiatan sangat penting bagi memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah, termasuk perkembangan usaha hingga ke tingkat desa. Sebab, data yang dihasilkan akan menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi tepat sasaran, mendorong pertumbuhan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah, camat, kepala pekon serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh Sensus Ekonomi 2026, dengan memfasilitasi kegiatan di lapangan, sekaligus mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang benar dan lengkap. Sinergi dan dukungan kita semua sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi di Kabupaten Pringsewu,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Pringsewu juga mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan besarnya program, tetapi juga kualitas data yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Untuk itu, membangun budaya sadar data dan meningkatkan kualitas statistik, serta memperkuat kolaborasi antar instansi menjadi sangat penting.
“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BPS dan pemerintah desa atau pekon, kita mampu mewujudkan tata kelola data yang lebih baik, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pembangunan di Kabupaten Pringsewu,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pringsewu Sartika Yuliani Siregar, S.ST., M.Stat. mengatakan program Desa Cantik tidak dapat berjalan hanya oleh BPS saja, namun perlu dukungan serta kerjasama yang sinergis dari pemerintah daerah dan semua stakeholder.
“Oleh karena itu, kami mengajak Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menyukseskan program Desa Cantik di Kabupaten Pringsewu,” ucapnya.
(Epy)



