Flores, Metrozone.net- Satuan Tugas (Satgas) Humas Penanganan Bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memfokuskan seluruh kekuatan pada operasi pencarian korban hilang dan pemulihan psikologis warga pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores. Empat wilayah yang menjadi prioritas utama penanganan darurat ini meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo.
“Khususnya di Flores saat ini ada 3 daerah yang terdampak sangat banyak korban mulai dari daerah Manggarai, Manggarai Timur, Sika dan satu lagi Nagekeo. Empat daerah itulah yang nantinya akan menjadi prioritas untuk pasukan yang akan kita kirim,” kata Kasatgas Humas Penanganan Bencana NTT Kombes Pol. Bayu Suseno, Minggu, 16 Agustus 2026.
Sebagai langkah awal merespons dampak kerusakan yang parah, Polri langsung menerjunkan 50 personel ke Manggarai Timur pada Minggu hari ini. Kombes Pol. Bayu menerangkan bahwa pengerahan pasukan ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh, di mana tiga kabupaten terdampak lainnya juga tetap dalam pengawasan ketat petugas lapangan.
“Hari ini kami mendorong terlebih dahulu personel sejumlah 50 orang ke Manggarai Timur,” kata Kombes Pol. Bayu Suseno.
Unit K-9 Diterjunkan Buru Waktu Pencarian
Dalam misi kemanusiaan ini, upaya menemukan korban yang tertimbun menjadi prioritas paling mendesak. Guna mempercepat proses evakuasi di medan yang sulit, tim penyelamat memperkuat operasi dengan membawa unit anjing pelacak (K-9) yang memiliki keahlian khusus.
“Untuk pencarian korban, kami membawa unit K-9 yang sudah memiliki kemampuan untuk mencari dan menemukan jenazah,” tegas Kombes Pol. Bayu.
Kehadiran anjing pelacak ini diharapkan mampu mendeteksi korban yang masih terkubur di balik material longsoran maupun puing-puing bangunan.
Sembuhkan Luka Psikis Korban Selamat: Tidak hanya berfokus pada evakuasi fisik, Satgas Penanganan Bencana NTT juga langsung bergerak untuk menyembuhkan luka psikologis para penyintas. Tim psikologi dan unit trauma healing dikerahkan secara khusus ke posko-posko pengungsian.
Kombes Pol. Bayu Suseno menekankan bahwa perhatian ekstra akan diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia yang rentan mengalami syok berat pascabencana.
“Prioritas yang kedua yaitu pemulihan terhadap trauma, terutama anak-anak dan usia rentan. Karena saat terjadi bencana, tidak hanya ada korban jiwa, tetapi juga korban psikologi,” pungkasnya.
Editor: 5093N9













