Panen 10 Kilogram Terung, Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Belajar Pertanian Produktif

Berita21 Dilihat

Karang Intan, Metrozone.net –

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memanen 10 kilogram terung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 3, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini memberi warga binaan pengalaman langsung dalam mengelola tanaman hortikultura, mulai dari perawatan hingga panen, sekaligus melatih ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan kegiatan pertanian yang produktif setelah kembali ke masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan memanen tanaman terung yang telah mereka rawat melalui proses pemeliharaan. Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Pengolahan Hasil Kerja, dan Hasil Kerja (Kasubsi Bimkerlohasker), Muhammad Ridhoni, bersama petugas Seksi Kegiatan Kerja mendampingi dan mengawasi proses panen agar kegiatan berlangsung tertib dan sesuai ketentuan.

Ridhoni menjelaskan bahwa kegiatan pertanian memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mempelajari keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. Melalui tahapan menanam, merawat, hingga memanen, warga binaan mempelajari proses budi daya tanaman sekaligus melatih ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja.

“Panen 10 kilogram terung ini menjadi hasil dari proses perawatan tanaman yang dilakukan warga binaan. Kami berharap kegiatan pertanian dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga bisa menjadi bekal untuk menjalankan kegiatan produktif setelah kembali ke masyarakat. Kami juga mendorong warga binaan untuk terus mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab,” ujar Ridhoni.

Salah seorang warga binaan berinisial AD mengungkapkan rasa senangnya karena dapat memanen tanaman yang telah dirawat. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam mempelajari budi daya tanaman dan memahami pentingnya ketekunan selama proses perawatan.

“Senang rasanya bisa memanen hasil tanaman yang kami rawat. Dari kegiatan ini, kami belajar bahwa merawat tanaman membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Pengalaman ini juga menambah pengetahuan kami tentang pertanian yang bisa kami pelajari dan kembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkap AD.

Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan kerja melalui kegiatan pertanian yang produktif. Pembinaan kemandirian tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang mandiri, memanfaatkan keterampilan secara positif, dan berkontribusi di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *