MEULABOH (Metrozone.net) – Kondisi memprihatinkan dialami oleh Akbar Maulana (19), seorang pemuda asal Gampong Ujong Nga, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Karena mengalami disabilitas intelektual atau retardasi mental. Akbar terpaksa dikurung oleh ibunya Suryanti selama hampir 5 bulan di gubuk darurat atau gubuk reot berukuran 2×2 meter yang hanya beratap pelepah rumbia lapuk dan bocor.
Tokoh masyarakat Kecamatan Samatiga yang juga Sekjen Forum Pembangunan Samatiga (Forbangsa), Suandi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas nasib Akbar serta beban berat yang dirasakan oleh sang ibu dan neneknya. Ditambah lagi kondisi ayah Akbar juga mengalami kejiwaan (ODGJ).
”Kita sangat prihatin dengan kondisi Dek Akbar yang membuat kewalahan ibunya dalam merawat anak buah hatinya yang mengalami gangguan kejiwaan. Apalagi kondisi ekonomi orang tuanya yang pas-pasan atau tidak menentu menambah kesedihan yang mendalam,” ujar Suandi.
Melihat penderitaan keluarga tersebut, Suandi mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui dinas terkait untuk segera hadir memberikan solusi konkret dan penanganan yang manusiawi. Kami berharap agar pemerintah daerah memberikan bantuan rumah yang layak agar perawatan Akbar oleh ibunya dapat berlangsung dengan lebih aman dan wajar.
Selain rumah yang layak, Suandi juga berharap adanya bantuan penanganan medis terpadu bagi kondisi kejiwaan Akbar. Hal ini, kata Suandi, agar pemuda berusia 19 tahun asal Gampong Ujong Nga tersebut mendapatkan penanganan yang memadai sehingga memiliki kesempatan untuk pulih dan hidup normal seperti remaja sebayanya.
”Untuk itu kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui dinas terkait untuk segera mencari solusi. Kalau dikurung terus-menerus di gubuk darurat, tentunya kita sangat prihatin. Setidaknya ia mendapat tempat yang layak berupa rumah dan perawatan medis, mana tahu bisa kembali normal sebagaimana pemuda-pemuda lainnya,” ujarnya
Penulis: Almanudar













