Membanggakan..! Gampong Suak Timah Raih Apresiasi Desa Budaya Nasional 2025

Medan  (METROZONE.net) – Gampong Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat, meraih Apresiasi Desa Budaya Nasional Tahun 2025 atas keberhasilannya dalam melakukan mengangkat isi kebudayaan berbasis pada kearifan lokal masyarakat ( local wisdom) .

Anugerah Apresiasi tersebut dilakukan serah-terima pada 8 Februari 2026 berlangsung di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Apresiasi kepada Gampong Suak Timah, kecamatan Samatiga Aceh Barat diberikan dalam bentuk plakat.

Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Mukhsin, ST pegiat kebudayaan dan sekaligus selaku Daya Desa Gampong Suak Timah, serta piagam penghargaan yang diterima oleh geuchik vampong Suak Timah Afdhal Puteh.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, didampingi Ahmad Mahendra, M.Tr.AP, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam sambutan Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa apresiasi Desa Budaya merupakan bentuk pengakuan negara terhadap desa yang dinilai mampu dan berhasil menjaga, mengembangkan, dan melestarikan serta memiliki kapasitas memanfaatkan potensi kebudayaan secara berkelanjutan.

Ditambahkan Penghargaan ini bertujuan mendorong desa agar mampu menempatkan kebudayaan sebagai bagian integral dari dimensi pembangunan, tidak hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai sumber penguatan identitas, kohesi sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, apresiasi ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dengan menjadikan warga sebagai subjek utama dalam pengelolaan kebudayaan, serta menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh desa lain.

Mukhsin menjelaskan, sejak 2024 pihaknya mendampingi masyarakat Gampong Suak Timah dalam melakukan pemetaan ekosistem budaya lokal, yang meliputi tradisi, pengetahuan lokal, pelaku budaya, hingga ruang-ruang budaya desa. Proses pemetaan dilakukan secara partisipatif dan kolaboratif bersama pemerintah desa, pemuda, pelaku budaya, dan seluruh warga.

Hasil pemetaan tersebut kemudian diaktifkan melalui Festival Nipah pada 2025 sebagai upaya aktivasi potensi budaya lokal desa. Festival ini dirancang dengan konsep menempatkan warga Gampong Suak Timah sebagai subjek pengelolaan kebudayaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan kegiatan.
“Kebudayaan merupakan milik kita bersama dan sudah sepantasnya dijaga secara kolektif. Kami berharap Pemerintah Daerah dapat mendukung komitmen serta konsep pemajuan kebudayaan yang kami jalankan. Sebab, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan karakter masyarakat yang berakar pada nilai-nilai budaya melalui penguatan kapasitas dan potensi lokal warga,” ujar Mukhsin.
Sementara itu,

Keuchik Gampong Suak Timah, menegaskan peran pemerintah desa dalam pemajuan kebudayaan. “Kami selaku pemerintah desa sudah sepantasnya memfasilitasi dan mendorong partisipasi warga dalam upaya pengelolaan potensi budaya desa,” ujarnya.
Di samping apresiasi untuk desa, Mukhsin, ST juga menerima apresiasi secara personal dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan ditetapkan sebagai Daya Desa Terbaik Tahun 2025 atas perannya dalam mendampingi masyarakat memetakan dan mengelola ekosistem kebudayaan lokal sebagai asset berharga.

Sekjen FORBANGSA ( Forum Pembangunan Samatiga) Suandi merasa bangga dan terharu atas capaian anugerah desa budaya terbaik se Indonesia dan diharapkan ini akan menjadi energi positif dan terus berpikir dalam mengembangkan kebudayaan yang belum terangkat ke ruang publik sesuai dengan potensi yang dimiliki.

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *