Meulaboh (METROZONE.net) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan malam anugerah apreasiasi Guru Hebat Aceh Barat tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Parkside Hotel Meuligoe pada Jum’at (28/11-2025) malam
Malam anugerah apresiasi guru hebat Aceh Barat tahun ini turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil mewakili Bupati Aceh Barat, sejumlah kepala OPD, para Kepala Sekolah, seluruh guru hebat dan undangan lainnya
Dalam sambutannya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat, Dr. Husensah, S.Pd,.M.Pd, mengatakan meskipun suasana Aceh saat ini sedang berduka akibat bencana banjir dan longsor, namun kegiatan malam anugerah apresiasi guru hebat Aceh Barat tetap kita gelar sebagai bentuk penghargaan kepada guru-guru yang telah menyalakan cahaya pendidikan, walaupun ketika badai menerjang dan air meluap menenggelamkan harapan banyak keluarga.
Husensah menyebutkan kegiatan ini merupakan bagian Hari Guru Nasional tahun 2025, sebuah momentum untuk menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang apresiasi, penguatan mutu, dan dukungan moral bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan,” ujarnya
“Apreasiasi ini bukan hanya sekadar acara tahunan semata, namun ini adalah bahasa cinta pemerintah untuk guru, bahwa kerja keras mereka terlihat, dihargai dan diakui,” tuturnya

Ia mengatakan kegiatan malam anugerah apresiasi guru hebat tahun 2025 jauh-jauh hari sudah dirancang, kegiatan ini bukan untuk bersuka cita, tetapi meneguhkan semangat bahwa pendidikan Aceh Barat tidak boleh padam, meski kita sedang di uji.
Menurutnya, Guru tetap harus kita hargai, meski keadaan sedang sulit terjadinya bencana alam dan longsor yang saat ini melanda Aceh.” Penghargaan ini adalah cahaya kecil yang ingin kita nyalakan ditengah gelapnya musibah,” ungkap Husensah
Beberapa hari ini, kata dia, Aceh Barat dan wilayah sekitar kembali di uji, Banjir telah merendamkan rumah warga, sekolah-sekolah dan fasilitas umum.
Kita semua prihatin atas musibah yang saat ini melanda Aceh Barat khususnya, ditengah suara tangis anak-anak yang ketakutan, para guru berdiri di garis terdepan. Ada guru yang memindahkan buku-buku murid ke tempat yang tinggi agar tidak hanyut.
“Kondisi bencana yang melanda puluhan sekolah di kabupaten Aceh Barat, guru-guru mengambil peran penting untuk menenangkan suasana siswanya, meskipun rumah guru tersebut sedang dikejar air. Adapula yang membersihkan ruang kelas dibanding membersihkan ruang tamunya yang sudah tergenang. Mereka adalah pahlawan ditengah bencana,” kata Husensah
“Musibah ini mengajarkan kita bahwa guru bukan hanya mengajar, tetapi juga masa depan, ketika air naik, semangat mereka tidak tenggelam. Ketika banjir merusak sekolah, mereka merawat hati murid-muridnya agar tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan.
Untuk itu, sebut Husensah, Pemerintah daerah sangat merasakan duka dan kelelahan masyarakat saat bencana melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat
Pada kesempatan tersebut, Husensah juga menyampaikan bahwa anugerah apresiasi guru hebat Aceh Barat tahun 2025, merupakan hasil seleksi ketat dan berlapis, maka terpilihlah 5 finalis terbaik masing-masing jenjang pendidikan,
Sebanyak 5 guru jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan 5 guru jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinobatkan sebagai guru terbaik tahun ini berdasarkan hasil seleksi ketat dewan juri yang dibentuk dinas tersebut
Andapun 10 guru hebat Aceh Barat tahun 2025 yang yang mendapat plakat dan uang pembinaan, antara lain :
Jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD)
– Juara 1 : Ana Wiska, S.Pd.Gr dari SDN 25 Meulaboh
– Juara 2 : Nurul Fadhilah, S.Pd.Gr dari SDN 2 Meulaboh
–
– Juara 3 ; Megawati, S.Pd.Gr dari SDN Rantau Panyang 1
– Harapan 1 :Lisaniati, S.Pd.Gr dari SDN 23 Meulaboh
– Harapan 2 : Suci Mulyawati dari SDN Pasi Mali
Jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)
– Juara 1 : Santi Rahmadani, S.Pd.Gr dari SMPN 3 Woyla Barat
– Juara 2 : Irwanda T. Sudirman, S.Pd.Gr dari SMPN 4 Samatiga
– Juara 3 : Rizka Tri Ananda, S.Pd. Gr dari SMPN IT Dayah Diniyah Darussalam
– Harapan 1 : Rini Afrurida, S.Pd.Gr dari SMPN 2 Woyla
– Harapan 2 :Bella Attaqy, S.Pd.Gr dari SMPN 3 Meulaboh
Sementara itu, Bupati Aceh Barat yang diwakili Wakil Bupati Said Fadheil, SH dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya seluruh guru hebat Aceh Barat yang telah terpilih dan mendapat penghargaan dari pemerintah daerah.
Said Fadheil juga menyampaikan bahwa tahun 2025 bukan tahun yang mudah, kita kembali diuji dengan banjir yang merendam rumah warga, sekolah dan fasilitas umum lainnya.
Namun ditengah situasi itu, kami mendengar banyak kisah pilu yang membuat hati saya tergetar, dimana saat banjir melanda sekolah ada guru yang memindahkan buku-buku siswa ditengah genangan air, guru lebih mengutamakan membersihkan ruang kelas dari membersihkan rumahnya sendiri
“Kami sangat mengapresiasi para guru yang sangat peka dan peduli disaat situasi genting, dimana ada guru tetap menemani muridnya, meskipun listrik padam dan air terus merangkak naik merendam ruang kelas dan guru,” tuturnya
“Malam apresiasi guru hebat Aceh Barat tahun 2025 bukan sekadar tentang memilih siapa terbaik, tetapi tentang memberikan penghormatan kepada semua guru yang sudah bekerja melampuai batas tugas formalnya,” ujar Said Fadheil
Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada finalis yang telah berani’ tampil dan berbagi inspirasi
“Aceh Barat dibangun bukan hanya kebijakan pemerintah, tetapi oleh hati para guru. Pemerintah daerah, kata Wakil Bupati, akan terus memberikan dukungan, membuka ruang kolaborasi dan mendorong lahirnya lebih banyak inovasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap guru memiliki kesempatan untuk berkembang dan dihargai.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati Said Fadheil mengajak semua pihak termasuk guru untuk mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh Barat dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh, semoga mereka yang terdampak musibah diberi ketabahan, kekuatan dan kesabaran serta untuk kita agar lebih waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan bencana alam,” tutupnya
Penulis : Almanudar











