Meulaboh (METROZONE.net) – Mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan kegiatan mini riset ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengkaji persoalan kemiskinan, pendidikan, serta implementasi program pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Aceh Barat.
Agenda ini menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik lapangan yang bertujuan mempertemukan mahasiswa dengan pemangku kebijakan daerah.
Mini riset ini diikuti oleh mahasiswa Sosiologi FISIP UTU, yaitu Farhan, Irsyahdiah, Ahmad Rifandi, Riyadhi Fitrah, Wawan Arya, Husna Idayanti, Satrio Bangun, dan Dzul Fazli. Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh dosen Program Studi Sosiologi FISIP UTU, Dr. Arfriani Maifizar, M.Si.

Kehadiran rombongan mahasiswa disambut oleh perwakilan anggota dewan, khususnya dari Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Kegiatan yang dilakukan adalah mini riset atau studi lapangan yang berfokus pada dialog interaktif antara mahasiswa dan anggota DPRK Aceh Barat.
Mahasiswa menggali informasi mengenai kondisi riil kemiskinan di Aceh Barat, efektivitas program pemberdayaan ekonomi lokal periode 2024–2029, serta problematika pendidikan, khususnya di daerah terpencil.
Dalam forum tersebut, mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis berbasis data dan analisis awal yang telah mereka lakukan sebelumnya. Diskusi berlangsung dinamis karena mahasiswa tidak hanya mendengar paparan, tetapi juga menyampaikan pandangan akademik mereka sebagai calon sarjana sosiologi.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Sosiologi FISIP UTU sebagai peneliti muda dan anggota DPRK Aceh Barat sebagai narasumber sekaligus representasi lembaga legislatif daerah. Komisi IV DPRK Aceh Barat menjadi fokus dialog karena komisi ini membidangi sektor kesejahteraan rakyat, termasuk ekonomi dan pendidikan.
Dalam sisi diskusi tersebut, Farhan menjadi salah satu mahasiswa yang aktif bertanya, khususnya terkait isu kemiskinan dan program pemberdayaan ekonomi lokal.
Sementara itu, Riyadhi Fitrah mengangkat persoalan pendidikan di Aceh Barat, terutama terkait fasilitas sekolah, distribusi guru, dan kesejahteraan tenaga pendidik di daerah terpencil. Mini riset dilaksanakan di kantor DPRK Aceh Barat yang berlokasi di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat. Lokasi ini dipilih karena DPRK merupakan lembaga legislatif daerah yang memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi, sehingga relevan untuk mengkaji implementasi kebijakan publik di tingkat kabupaten.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2026, dalam rangkaian agenda akademik mahasiswa semester berjalan ditahun 2026 (**)
(Almanudar )








