Mahasiswa Kecam Pemadaman Listrik di Daik Lingga, Desak Transparansi PLN Sub Daik Lingga

Lingga, Metrozone.net- Kritisnya kondisi kelistrikan di Ibu Kota Kabupaten Lingga memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Tanjungpinang secara tegas mengecam kinerja PT PLN (Persero) Sub Unit Layanan Pelanggan (ULP) Daik Lingga terkait pemadaman listrik yang kian parah dan tidak beraturan dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Umum IMKL Tanjungpinang, Dimas Alparezi Bastian, menyatakan bahwa alasan klasik mengenai perbaikan mesin di pusat pembangkit Musai yang terus-menerus disampaikan PLN sudah tidak dapat ditoleransi lagi oleh masyarakat.

Dimas menyoroti buruknya manajemen komunikasi dan operasional PLN Sub ULP Daik Lingga. Menurutnya, keresahan terbesar masyarakat saat ini adalah pemadaman sepihak yang sering kali melenceng jauh dari jadwal resmi yang telah disosialisasikan.

“Masyarakat Daik Lingga hari ini dirugikan dua kali lipat. Sudah pasokan listriknya tidak stabil, pemadamannya pun suka-suka alias tidak sesuai jadwal yang mereka buat sendiri. Ini bentuk ketidakprofesionalan yang nyata dari PLN Sub ULP Daik Lingga,” ujar Dimas, Jumat (19/6/2026).

Ia menambahkan, dampak dari pemadaman yang tidak teratur ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas harian warga, tetapi juga memukul sektor UMKM, menghambat aktivitas belajar, serta berpotensi besar merusak perangkat elektronik milik warga akibat arus yang tidak stabil.

Sebagai langkah konkret dan bentuk keseriusan mengawal isu ini, Dimas mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, IMKL (Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga) melayangkan surat resmi ke manajemen PLN di tingkat yang lebih tinggi, yakni ke pihak PLN Tanjungpinang. Surat tersebut dilayangkan dengan tuntutan utama untuk melakukan evaluasi total terhadap jajaran manajemen dan kinerja teknis PLN Sub ULP Daik Lingga yang dinilai lamban dan tidak responsif terhadap hak-hak konsumen.

Menyikapi krisis energi ini, mahasiswa menuntut adanya transparansi total dari pihak PLN untuk membuka data secara jujur kepada publik mengenai kerusakan riil mesin di Musai serta memberikan estimasi waktu perbaikan yang pasti, bukan sekadar janji manis. Selain itu, mereka mendesak agar PLN konsisten terhadap jadwal pemadaman bergilir yang mereka keluarkan sendiri demi kenyamanan dan kesiapan aktivitas masyarakat.

Lebih lanjut, IMKL Tanjungpinang secara tegas meminta PLN UP3/ULP Tanjungpinang segera turun tangan mengevaluasi kinerja pimpinan dan teknisi PLN Sub ULP Daik Lingga yang dianggap gagal menjaga stabilitas energi di daerah tersebut.

“Kami tidak main-main, surat ke PLN Tanjungpinang sedang kami persiapkan. Listrik adalah kebutuhan dasar yang dibayar oleh masyarakat. Jika transparansi dan evaluasi ini diabaikan, jangan salahkan jika mahasiswa bersama masyarakat Lingga akan mengambil tindakan sanksi sosial atau gerakan yang lebih masif,” tutup Dimas.

Pewarta: Hans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *