Karang Intan, Metrozone.net –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi keluarga warga binaan, masyarakat desa binaan, serta Dharma Wanita Persatuan, Sabtu (06/06/2026).
Kegiatan diawali dengan pembukaan secara resmi serta sambutan dari para pihak terkait, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi kewirausahaan oleh instruktur.
Selanjutnya peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan mie ayam dan bakso sebagai keterampilan usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias dan penuh keseriusan. Mereka aktif terlibat dalam setiap tahapan praktik sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan ini diikuti oleh keluarga warga binaan, masyarakat Desa Lihung sebagai desa binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, serta Dharma Wanita Persatuan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Keterlibatan keluarga warga binaan bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memberikan bekal keterampilan usaha yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kehidupan keluarga, baik selama maupun setelah masa pembinaan warga binaan.
Sementara itu, partisipasi masyarakat Desa Lihung menjadi bentuk sinergi antara Lapas dan lingkungan sekitar dalam memperluas dampak program pembinaan dan pemberdayaan secara berkelanjutan. Adapun keikutsertaan Dharma Wanita Persatuan merupakan wujud dukungan terhadap program pemberdayaan serta penguatan peran sosial dalam keluarga besar pemasyarakatan.
Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan keterampilan serta menumbuhkan semangat kemandirian bagi para peserta.
“Terima kasih kepada Bapak Kalapas atas kerja sama yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat berkarya, semangat untuk berubah, serta membuka peluang usaha baru bagi keluarga warga binaan maupun masyarakat. Keterampilan seperti pembuatan mie ayam dan bakso ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan yang membawa keberkahan, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing,” ujar Dr. Titien Agustina.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan inovasi pembinaan yang tidak hanya berfokus pada warga binaan, tetapi juga memperluas sasaran kepada keluarga warga binaan, masyarakat desa binaan, serta Dharma Wanita Persatuan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan keluarga secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menegaskan komitmennya dalam memperkuat program pembinaan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui sinergi dengan STIMI Banjarmasin, BNNP Kalsel, keluarga warga binaan, Dharma Wanita Persatuan, serta masyarakat desa binaan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang usaha produktif yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan bersama. (nta).







