Karang Intan, Metrozone.net –
Program pengentasan buta aksara bertajuk “Belajar Menyambung Kata dan Mengeja” menumbuhkan semangat belajar bersama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Melalui metode Training of Trainer (TOT), warga binaan yang mengikuti program perkuliahan berperan sebagai tutor sebaya untuk membimbing sesama warga binaan belajar membaca dan mengeja, sementara petugas memberikan pendampingan dan pengawasan selama proses pembelajaran berlangsung.
Program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi dasar warga binaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, semangat berbagi ilmu, dan budaya belajar bersama sebagai bagian dari pembinaan kepribadian, Rabu (08/07/2026).
Pelaksanaan pembelajaran berlangsung dengan pendampingan dan pengawasan petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Taufik Hidayat. Melalui metode Training of Trainer (TOT), warga binaan yang memiliki kemampuan akademik berperan sebagai bantuan pengajar atau tutor sebaya bagi warga binaan yang masih mengalami kesulitan mengenal huruf, menyambung suku kata, mengeja, hingga membaca kalimat sederhana. Pendekatan tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif, interaktif, dan mendorong tumbuhnya rasa saling mendukung antarsesama warga binaan.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta. Tutor sebaya memberikan pendampingan secara langsung dalam setiap proses belajar, mulai dari pengenalan huruf, latihan mengeja, hingga membaca kata dan kalimat sederhana. Melalui pola pembelajaran tersebut, peserta tidak hanya memperoleh peningkatan kemampuan membaca, tetapi juga semakin percaya diri untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Program pengentasan buta aksara melalui metode Training of Trainer (TOT) menjadi salah satu inovasi pembinaan yang mengoptimalkan potensi warga binaan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Selain membantu peserta menguasai kemampuan literasi dasar, metode ini juga melatih warga binaan yang berperan sebagai tutor untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kesabaran, serta rasa tanggung jawab dalam berbagi pengetahuan kepada sesama.
Petugas Seksi Bimkemaswat, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa metode Training of Trainer (TOT) dipilih untuk membangun budaya belajar sekaligus menumbuhkan semangat saling membantu di antara warga binaan.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca dan mengeja, tetapi juga membangun budaya saling berbagi ilmu. Melalui metode tutor sebaya, warga binaan yang memiliki kemampuan lebih dapat membantu teman-temannya belajar. Dengan cara ini, mereka tumbuh bersama, saling menguatkan, dan bersama-sama mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Taufik.
Salah seorang warga binaan yang menjadi bantuan pengajar, berinisial IVN, mengaku bangga dapat dipercaya menjadi tutor dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan berbagi ilmu memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi bentuk kontribusi positif selama menjalani pembinaan.
“Saya merasa bersyukur bisa membantu teman-teman belajar membaca dan mengeja. Selain berbagi ilmu yang saya miliki, kegiatan ini juga mengajarkan saya untuk lebih sabar, bertanggung jawab, dan mampu berkomunikasi dengan baik. Saya berharap teman-teman semakin percaya diri dan terus semangat belajar,” ungkap IVN.
Sementara itu, salah seorang peserta pembelajaran berinisial AN mengaku merasakan manfaat besar dari program tersebut. Ia menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan petugas dan tutor sebaya membuat proses belajar menjadi lebih mudah dipahami.
“Awalnya saya masih kesulitan menyambung kata dan membaca. Berkat bimbingan petugas dan bantuan dari teman-teman yang menjadi tutor, sekarang saya mulai bisa membaca sedikit demi sedikit. Saya ingin terus belajar agar kemampuan saya semakin baik dan bisa lebih percaya diri,” tutur AN.
Pelaksanaan program pengentasan buta aksara ini menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang inklusif, edukatif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pembelajaran berbasis tutor sebaya, Lapas tidak hanya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh kemampuan literasi dasar, tetapi juga membangun karakter, kepedulian sosial, dan semangat belajar sepanjang hayat.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Dengan menumbuhkan budaya belajar, semangat berbagi ilmu, dan kepedulian antarsesama melalui metode Training of Trainer (TOT), Lapas berharap setiap warga binaan memiliki bekal pengetahuan, rasa percaya diri, serta kesiapan yang lebih baik untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (nta).







