Karang Intan, Metrozone.net –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan melanjutkan program pendidikan S2 Manajemen bagi petugas dan warga binaan melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin. Dosen STIMI Banjarmasin, Syamsuddin, mengajarkan mata kuliah Manajemen Pemasaran kepada petugas dan warga binaan yang mengikuti program tersebut, Kamis (10/09/2026).
Petugas dan warga binaan mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswa melalui Zoom Meeting. Warga binaan mengikuti pembelajaran dari Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, sedangkan petugas mengikuti perkuliahan secara terpisah melalui platform yang sama.
Salah satu petugas yang mengikuti perkuliahan, Saipullah, merasakan manfaat materi Manajemen Pemasaran bagi pengembangan pengetahuannya. Ia menyebut pembelajaran tersebut membantu memperluas pemahaman mengenai konsep pemasaran dan penerapannya dalam pengelolaan kegiatan.
“Materi Manajemen Pemasaran memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai bagaimana mengelola pemasaran secara terarah. Perkuliahan S2 Manajemen ini membantu saya memahami konsep pemasaran dan penerapannya sehingga dapat menambah wawasan dalam melaksanakan tugas,” ungkap Saipullah.
Kesempatan yang sama memberikan pengalaman akademis bagi warga binaan berinisial NA. Ia mengikuti perkuliahan untuk menambah pengetahuan sekaligus memahami konsep pemasaran yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan produktif.
“Saya bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pendidikan S2 Manajemen. Materi Manajemen Pemasaran menambah pengetahuan saya tentang bagaimana mengenalkan dan mengembangkan suatu produk. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” ujar NA.
Dosen STIMI Banjarmasin, Syamsuddin, mengajak mahasiswa memahami konsep Manajemen Pemasaran serta penerapannya dalam menghadapi kebutuhan dan perkembangan pasar.
“Manajemen Pemasaran membantu mahasiswa memahami bagaimana organisasi mengenali kebutuhan konsumen, menyusun strategi, dan mengembangkan produk agar memiliki nilai bagi masyarakat. Melalui perkuliahan ini, mahasiswa dapat memahami konsep pemasaran sekaligus melihat penerapannya dalam berbagai bidang,” jelas Syamsuddin.
Pelaksanaan perkuliahan secara daring memungkinkan petugas dan warga binaan mengikuti pendidikan tinggi dari lokasi masing-masing. Warga binaan mengikuti pembelajaran dari Ruang Belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, sementara petugas mengikuti perkuliahan secara terpisah melalui Zoom Meeting.
Melalui kerja sama dengan STIMI Banjarmasin, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus membuka ruang pendidikan bagi petugas dan warga binaan melalui program S2 Manajemen. Pembelajaran Manajemen Pemasaran menambah wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan pemasaran sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan pengetahuan dan kapasitas diri sebagai bagian dari proses pembinaan. (nta).













