Kuasa Hukum Pasien Kimia Farma Sekupang Klarifikasi Video Viral di Medsos

Batam, Metrozone.net- Kuasa Hukum pasien Kimia Farma Sekupang, Deo Bernas Situmeang, S.H dan Martin Situmeang, S.E., S.H mengklarifikasi terkait video viral beberapa hari lalu.

Dalam keterangannya kepada media, tepatnya pada tanggal 23 Mei, sekira Pukul 20.45 WIB, Deo Situmeang menjelaskan kronologi awal kliennya H.S (34), didampingi istrinya F.B (29) membawa anaknya E.S (3) berobat di apotek Kimia Farma Sekupang, yang pada saat itu sedang sakit muntah-muntah dan demam.

Deo mengatakan kliennya ketika masuk ke apotek Kimia Farma, dokter yang bertugas berinisial D.S saat itu sedang bermain Handphone dan langsung menyampaikan kenapa malam-malam datang, kenapa sakit, komputer sudah mati.

“Klien kami pada saat itu membawa anaknya berobat, lalu dokternya mengatakan kenapa malam-malam datang dan kemudian mengatakan lagi komputernya sudah mati,” ujar Deo, Minggu (31/5/2026).

Atas pernyataan dokter D.S itu, kliennya langsung terdiam dan syok, kemudian memohon agar dapat diberikan hanya obat saja untuk penanganan pertama agar yang dialami anaknya segera dapat sembuh, namun dokternya menjawab lagi komputernya sudah mati dan sudah mau tutup.

Karena obat pun tidak kunjung diberikan, akhirnya dengan spontan kliennya mengeluarkan Handphone, tepatnya Pukul 20.57 WIB dan merekam video yang ditujukan kepada dokter dan mengulangi apa yang terjadi pada saat itu.

“Kami mau sampaikan bahwa durasi video yang viral itu berdurasi 59 detik mempertegas apa yang disampaikan keinginan dari keluarga pasien agar segera anaknya ditangani. Kami menilai adanya penolakan terhadap pasien,” jelasnya.

Pihaknya juga membantah kliennya datang langsung marah-marah dan merekam dokter yang bertugas.

“Tidak mungkin seorang ayah yang membawa anaknya berobat langsung marah-marah. Itu terjadi ketika adanya penolakan dari dokter yang bertugas,” jelasnya lagi.

Ia berharap Kimia Farma segera melakukan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada publik. Pihaknya juga masih menunggu itikat baik dari Kimia Farma.

“Harapan kami atas kejadian ini, semoga di kemudian hari tidak akan terulang kasus seperti ini baik di Kota Batam maupun di daerah lain,” tutupnya.

 

Pewarta: Hans

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed