Karang Intan, Metrozone.net –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan perhatian terhadap kesehatan warga binaan, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga kesehatan jiwa. Melalui evaluasi dan pemantauan bersama dokter spesialis kejiwaan, Lapas memberikan pendampingan serta layanan medis bagi warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, Sabtu (18/07/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tersebut menghadirkan dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Sinta Dyah Amrih Lestari, Sp.KJ, untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi kesehatan jiwa warga binaan. Pelaksanaan kegiatan turut didampingi dokter Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, dr. Hana Rizka Ananda.
Dalam evaluasi tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan, pencatatan, serta pemantauan perkembangan kondisi kesehatan jiwa warga binaan, termasuk mengevaluasi respons terhadap pengobatan yang telah diberikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap warga binaan memperoleh penanganan yang tepat sesuai kebutuhan medis sekaligus mendukung keberlanjutan proses pemulihan.
Dokter Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, dr. Hana Rizka Ananda, mengatakan pemantauan kesehatan jiwa merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada seluruh warga binaan.
“Pemantauan kondisi kesehatan jiwa menjadi perhatian penting dalam pelayanan kesehatan di Lapas. Melalui evaluasi secara berkala, kami dapat mengetahui perkembangan kondisi warga binaan, memastikan pengobatan berjalan dengan baik, serta menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien,” ujar dr. Nanda.
Menurut dr. Nanda, penanganan gangguan kesehatan jiwa memerlukan perhatian yang berkesinambungan karena setiap warga binaan memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, koordinasi antara tenaga kesehatan, petugas pembinaan, dan lingkungan sekitar warga binaan menjadi bagian penting dalam mendukung proses perawatan.
Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Sinta Dyah Amrih Lestari, Sp.KJ, menjelaskan bahwa keberhasilan proses pemulihan pasien dengan gangguan kesehatan jiwa membutuhkan kedisiplinan dalam menjalani pengobatan serta dukungan lingkungan yang positif.
“Pasien harus dievaluasi setiap hari dalam meminum obat rutinnya. Selain itu, komunikasi yang baik antarwarga binaan juga penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan. Jangan sampai pasien putus obat, karena apabila kondisi belum pulih kemudian obat dihentikan, risiko kekambuhan dapat meningkat dan penanganannya bisa membutuhkan biaya yang lebih besar,” jelas dr. Sinta.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap pasien dengan gangguan kesehatan jiwa tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga memerlukan dukungan dari lingkungan sekitar. Perhatian dan pemahaman bersama dinilai dapat membantu pasien menjalani proses pemulihan secara lebih optimal.
Salah seorang warga binaan berinisial SD menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Menurutnya, pemeriksaan dan pendampingan dari tim medis membantu dirinya memahami pentingnya menjaga kondisi kesehatan serta mematuhi arahan tenaga medis.
“Saya merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan dan perhatian dari tim medis. Saya menjadi lebih memahami pentingnya mengikuti arahan dokter, rutin minum obat, dan menjaga komunikasi dengan orang-orang di sekitar agar kondisi tetap baik,” ungkap SD.
Pelaksanaan evaluasi kesehatan jiwa ini menunjukkan komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pelayanan yang menyeluruh bagi warga binaan. Selain berfokus pada aspek keamanan dan pembinaan, Lapas juga memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari proses pembinaan menuju perubahan yang lebih baik.
Melalui kolaborasi antara Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dan dokter spesialis kejiwaan, Lapas terus menghadirkan layanan kesehatan yang responsif, humanis, dan berkelanjutan. Evaluasi kesehatan jiwa menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan warga binaan memperoleh pendampingan yang tepat serta kesempatan menjalani proses pemulihan secara optimal.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pembinaan dan kesehatan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Dengan dukungan pelayanan yang optimal, Lapas berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif guna mendukung perubahan positif warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat. (nta)






