Ketua Asrama Raja Ampat Desak Pemkab Bangun Asrama Mahasiswa di Aimas

KOTA SORONG, METROZONE-NET— Ketua Asrama Raja Ampat Kota Sorong, Yosias Umpes, mendesak Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pendidikan agar segera merealisasikan pembangunan asrama mahasiswa Raja Ampat di Aimas, Kabupaten Sorong.

Desakan tersebut disampaikan Yosias pada Selasa (15/9/2026). Ia menilai keberadaan asrama sangat penting mengingat banyak mahasiswa asal Raja Ampat yang sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Sorong, khususnya di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong dan Universitas Papua (Unipa) II.

Menurutnya, sebagian mahasiswa Raja Ampat yang berkuliah di wilayah Sorong dan Aimas masih harus tinggal di rumah kos. Kondisi tersebut dinilai cukup membebani mahasiswa, terlebih bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.”Selasa, 15 September 2026|13.45 WIT.

“Saya melihat banyak mahasiswa Raja Ampat di Kabupaten Sorong, khususnya Aimas, yang kuliah di Unimuda Sorong dan Unipa II. Namun, banyak di antara mereka masih harus tinggal di kos,” ujar Yosias.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, khususnya Dinas Pendidikan, tidak berhenti pada pendataan mahasiswa maupun sebatas menyusun rencana pembangunan. Menurutnya, pemerintah harus menunjukkan keberpihakan melalui program yang benar-benar dapat dirasakan mahasiswa asal Raja Ampat.

Yosias juga menyoroti kondisi mahasiswa asli Papua asal Raja Ampat yang tersebar dari 117 kampung dan 24 distrik. Ia mengatakan sebagian besar mahasiswa tersebut berasal dari keluarga yang tinggal di kampung dengan kemampuan ekonomi terbatas, sehingga dukungan pemerintah melalui fasilitas pendidikan dan beasiswa sangat dibutuhkan.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat lebih cermat dalam menentukan kebijakan pendidikan, terutama dalam memberikan prioritas kepada anak-anak asli Papua Raja Ampat melalui program beasiswa afirmasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Menurut Yosias, pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu alasan utama pemekaran Kabupaten Raja Ampat. Karena itu, pemerintah daerah dinilai memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak-anak asli Raja Ampat memperoleh akses pendidikan yang layak, termasuk melalui pembangunan asrama mahasiswa dan penguatan program beasiswa.

“Anak-anak asli Raja Ampat yang berasal dari 117 kampung dan 24 distrik harus menjadi perhatian utama pemerintah. Pemerintah harus fokus membangun sumber daya manusia asli Raja Ampat. Salah satunya melalui pembangunan asrama mahasiswa dan pemberian beasiswa,” pungkasnya.

[Penulis: Alex Umpain]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *