Karang Intan, Metrozone.net –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Pascasarjana Jurusan Magister Manajemen bagi warga binaan serta pelatihan kewirausahaan dan tata boga bagi keluarga warga binaan, Rabu (20/05/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah inovatif dalam memperkuat program pembinaan berbasis pendidikan dan pemberdayaan keluarga warga binaan. Melalui program ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga melalui pelatihan keterampilan yang aplikatif dan produktif.
Kegiatan penandatanganan PKS berlangsung penuh semangat dan harapan, sekaligus menjadi momentum penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi di lingkungan pemasyarakatan.
Program Magister Manajemen tersebut disebut sebagai salah satu terobosan pertama di Indonesia yang membuka kesempatan pendidikan jenjang S2 bagi warga binaan pemasyarakatan melalui kerja sama resmi antara lembaga pemasyarakatan dan perguruan tinggi.
Ketua STIMI Banjarmasin, Dr. Titien Agustina menyampaikan harapannya agar kerja sama tersebut mampu memberikan manfaat luas bagi warga binaan maupun jajaran pegawai.
“Semoga dengan terjalinnya PKS ini dapat membawa keberkahan dan memberikan manfaat, baik bagi warga binaan maupun pegawai. Kami berharap pendidikan dan pelatihan yang diberikan dapat menjadi bekal positif untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Dr. Titien Agustina.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menyebut program pendidikan S2 bagi warga binaan menjadi langkah bersejarah dalam dunia pemasyarakatan di Indonesia.
“Saya juga tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Terima kasih kepada STIMI yang sudah bersedia menjalin PKS dengan kami. Program pendidikan Magister Manajemen bagi warga binaan ini merupakan salah satu program S2 pertama di Indonesia yang dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan melalui kerja sama resmi dengan perguruan tinggi. Ini menjadi bukti bahwa warga binaan juga memiliki kesempatan untuk berkembang, belajar, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Yugo Indra Wicaksi.
Selain program pendidikan pascasarjana, kerja sama tersebut juga menghadirkan pelatihan kewirausahaan dan tata boga bagi keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi keluarga. Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha mandiri serta membantu keluarga warga binaan agar tetap produktif dan berdaya.
Melalui kolaborasi tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Program pendidikan dan pelatihan ini diharapkan mampu menjadi jembatan perubahan bagi warga binaan dan keluarganya untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan. (nta).







