MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merampungkan pembangunan jembatan baru di Gampong Peunia, Kecamatan Kaway XVI. Infrastruktur jembatan lama yang sebelumnya rusak parah dan lapuk termakan usia hingga melumpuhkan aktivitas warga ini, kini sudah dapat kembali digunakan sepenuhnya.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik jembatan tersebut telah mencapai target maksimal dan siap dilalui kendaraan maupun warga secara aman.
”Alhamdulillah, pembangunan jembatan baru akses vital masyarakat Gampong Peunia dan sekitarnya di Kecamatan Kaway XVI progresnya sudah 100 persen dan sudah fungsional untuk digunakan oleh masyarakat setempat,” ujar Beni Hardi, Senin (7/9/2026).
Beni menjelaskan, proyek jembatan ini dikerjakan oleh rekanan CV Drija Cipta menggunakan alokasi Dana Transfer Umum (DTU) tahun anggaran 2026 dengan pagu sebesar Rp371.730.000,-. Hasil pengerjaan di lapangan tuntas lebih cepat dari target tenggat waktu yang direncanakan.
Dinas PUPR Aceh Barat berharap keberadaan bangunan baru yang lebih kokoh ini dapat memberikan dampak positif langsung pada mobilitas harian serta perekonomian warga lokal.
”Harapan kita dengan hadirnya jembatan yang lebih kokoh dan permanen, infrastruktur vital ini diproyeksikan tidak hanya memulihkan konektivitas antardesa, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga dan mampu mendongkrak pertumbuhan roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Kaway XVI secara berkelanjutan,” tutur Beni.
Tuntasnya proyek pembangunan jembatan ini disambut dengan antusiasme dan rasa haru oleh warga Gampong Peunia dan sekitarnya. Keberadaan jembatan permanen tersebut dinilai melenyapkan kekhawatiran besar yang selama ini dirasakan masyarakat saat melintas di atas struktur jembatan lama yang sudah lapuk dan rusak parah.
Masyarakat setempat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat atas respons cepat dan komitmen nyata dalam merealisasikan pembangunan prasarana penting tersebut.
”Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas PUPR Aceh Barat, yang telah membangun jembatan di desa kami. Pembangunan ini sungguh mendesak dan sangat dinantikan,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat Gampong Peunia.
Menurutnya, sebelum jembatan ini dibangun, kondisi fisik jembatan lama sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga saat melintas. Kini, hadirnya jembatan baru membawa dampak langsung pada kemudahan hidup sehari-hari.
”Kehadiran jembatan ini menjadi penopang utama perekonomian warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani untuk mengangkut hasil panen. Tak hanya itu, akses anak-anak pergi ke sekolah kini jauh lebih aman dan cepat, begitu pula mobilitas warga dalam mengakses pelayanan publik lainnya. Kami sungguh lega dan sangat bersyukur,” ujar tokoh masyarakat setempat
Penulis: Almanudar













