MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus membenahi infrastruktur jalan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat. Pada tahun ini, pemerintah daerah memprioritaskan peningkatan infrastruktur di sejumlah pelosok kecamatan, salah satunya ruas jalan penghubung antara Desa Ujong Nga dan Desa Pinem di Kecamatan Samatiga.
Peningkatan ruas jalan tersebut menjadi prioritas karena kondisi sebelumnya yang belum tersentuh aspal. Badan jalan yang hanya hamparan kerikil kerap berubah menjadi berlumpur saat hujan turun, sehingga sering menghambat akses harian warga, terutama para petani setempat.
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menyampaikan bahwa untuk peningkatan ruas jalan penghubung Desa Ujong Nga–Pinem, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp232 juta dari APBK tahun 2026. Pengerjaan dilakukan sepanjang 120 meter, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Saat ini progres di lapangan terus dipacu oleh rekanan dan sudah masuk tahap pengerasan badan jalan. Bila semua tahapan teknis selesai dilakukan, ruas jalan ini segera diaspal dalam waktu dekat,” ujar Beni, Rabu (2/9/2026).
Beni menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan ini bukan hanya untuk memperbaiki konektivitas antardesa, melainkan juga bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Harapan kita, dengan jalan yang sudah diaspal, mobilitas masyarakat akan jauh lebih mudah. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal waktu, biaya, dan kualitas hidup yang lebih baik,” terangnya.
Proyek peningkatan badan jalan ini sendiri merupakan respon atas permintaan langsung masyarakat yang disampaikan melalui berbagai forum musyawarah, sekaligus bagian dari program tahunan Dinas PUPR Aceh Barat.
Pemerintah kabupaten menegaskan komitmennya untuk selalu menyusun prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan riil warga di lapangan. “Kami merespon aspirasi masyarakat. Jalan ini memang sudah lama diminta oleh warga karena mereka merasa sangat terhambat dalam aktivitas harian akibat akses yang belum memadai,” ujar Beni.
Penulis: Almanudar













