MEULABOH (Metrozone.net) – Bupati Aceh Barat yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab, Ruswaidi, secara resmi menyerahkan pengantar tugas kepada Pelaksana Tugas (Plt) Camat Johan Pahlawan, Fariani. Prosesi penyerahan ini berlangsung di Kantor Camat Johan Pahlawan pada Senin (6/7/2026).
Fariani resmi mengemban amanah tersebut menggantikan Irwan, Camat Johan Pahlawan sebelumnya, yang kini telah dipercaya untuk menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat.
Dalam sambutannya, Ruswaidi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat kepada Irwan atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kecamatan Johan Pahlawan hingga mengalami kemajuan yang signifikan.
Ruswaidi menegaskan bahwa seorang camat memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal roda pemerintahan di tingkat paling bawah. Menurutnya, penugasan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan tata kelola di tingkat desa berjalan di jalur yang benar.
“Penting untuk dipahami bahwa tugas penting seorang camat adalah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan gampong. Penugasan yang kita lakukan bertujuan untuk memastikan pemerintahan gampong berjalan secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Ruswaidi.
Ia menambahkan, peran aktif camat sangat krusial dalam mengawal setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program gampong. Dengan pengawasan yang ketat dan melekat, potensi terjadinya penyimpangan anggaran maupun program dapat dicegah sedini mungkin.
Lebih lanjut, Pemkab Aceh Barat juga menginstruksikan kepada seluruh aparatur kecamatan untuk tidak hanya bekerja di balik meja.
“Kami meminta aparatur kecamatan lebih aktif turun ke lapangan, mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi oleh gampong, sekaligus menjadi mitra yang mampu memberikan solusi konkret,” tambahnya.
Selain masalah administrasi pemerintahan, Ruswaidi juga menyoroti tantangan sosial yang kian mengkhawatirkan di tengah masyarakat.
Saat ini, kata dia, ancaman terbesar bukan lagi sekadar masalah sosial ekonomi, melainkan degradasi moral di lingkungan terdekat, antara lain:
Anak-anak yang terlalu sibuk dengan gawai (smartphone). Maraknya pergaulan bebas. Meningkatnya aktivitas judi online dan game domino danpenyalahgunaan narkoba yang mulai menyusup ke tingkat gampong serta menurunnya rasa kepedulian dan gotong royong antarwarga.
Menyikapi fenomena tersebut, Pemkab Aceh Barat telah membentuk Satgas Pageu Gampong sebagai benteng sosial masyarakat. Satgas ini diharapkan menjadi ikhtiar bersama agar gampong-gampong di Aceh Barat bersih dari kasus narkoba, perjudian, aliran sesat, serta penyakit masyarakat lainnya.
“Kami meminta Camat untuk memberikan perhatian serius terhadap keberadaan Satgas Pageu Gampong. Bangun koordinasi yang rutin dan intensif dengan pemerintah kecamatan, pemerintah gampong, kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat,” tegas Ruswaidi.
Di akhir arahannya, Ruswaidi berharap di bawah kepemimpinan yang baru, Kecamatan Johan Pahlawan mampu menjadi role model atau contoh bagi kecamatan lain dalam membangun sinergi. Kerja sama yang kuat antara pemerintah kecamatan, gampong, Forkopimcam, serta Satgas Pageu Gampong diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh elemen masyarakat.
(Almanudar)







