Humas Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Penguatan Strategi Komunikasi Krisis Bersama Aiman Witjaksono

Karang Intan, Metrozone.net

Dinamika informasi di era digital mendorong Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan untuk meningkatkan kesiapan komunikasi publik melalui keikutsertaan dalam kegiatan penguatan bertajuk “Strategi Penanganan Krisis Pemberitaan di UPT Pemasyarakatan” secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (15/07/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pemangku kehumasan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan sebagai langkah memperkuat kemampuan dalam mengelola informasi publik, membangun hubungan positif dengan masyarakat, serta meningkatkan kesiapan menghadapi potensi krisis komunikasi yang dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi Pemasyarakatan.

Koordinator Tim Humas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Eddy Permana, menyampaikan bahwa penguatan strategi komunikasi krisis menjadi bekal penting bagi insan humas dalam menghadapi perkembangan informasi yang semakin cepat.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman penting bagi kami dalam mengelola komunikasi publik, khususnya ketika menghadapi berbagai situasi yang berkembang di masyarakat. Kami akan terus meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan informasi yang positif, akurat, dan memiliki nilai manfaat agar masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai program pembinaan dan pelayanan yang dilaksanakan di Lapas Narkotika Karang Intan,” ungkap Eddy.

Eddy menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan peran kehumasan dengan menghadirkan informasi yang edukatif dan humanis, termasuk mengangkat berbagai program pembinaan, inovasi pelayanan, serta kisah perubahan warga binaan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat.

Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan, Rika Aprianti, membuka sekaligus memimpin kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Rika menyampaikan bahwa pengelolaan krisis merupakan bagian penting dari tugas kehumasan karena berkaitan erat dengan upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pemasyarakatan.

Menurut Rika, humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi yang cepat, tepat, dan profesional dalam merespons berbagai situasi yang berkembang.

“Pengelolaan krisis bukan hanya tentang bagaimana kita merespons suatu peristiwa, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang tepat. Humas harus mampu menghadirkan informasi yang memberikan pemahaman, membangun kedekatan, serta menunjukkan sisi positif Pemasyarakatan kepada masyarakat,” ujar Rika.

Rika juga menekankan pentingnya kemampuan insan humas dalam mengikuti perubahan pola komunikasi masyarakat yang kini lebih banyak mengonsumsi informasi melalui konten visual. Menurutnya, humas perlu menghadirkan konten yang sederhana, menarik, mudah dipahami, dan memiliki nilai cerita.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Aiman Witjaksono sebagai narasumber yang memberikan penguatan mengenai manajemen krisis, komunikasi krisis, strategi membangun engagement dengan masyarakat, serta perubahan perilaku audiens dalam mengonsumsi informasi di era digital.

Dalam pemaparannya, Aiman menjelaskan bahwa Pemasyarakatan menjadi salah satu institusi yang memiliki perhatian publik cukup tinggi sehingga membutuhkan strategi komunikasi yang tepat dalam menghadapi berbagai situasi.

“Ketika krisis terjadi, yang dibutuhkan bukan hanya kecepatan merespons, tetapi juga adanya kepercayaan yang sudah terbangun sebelumnya. Humas harus mampu menciptakan engagement dengan masyarakat, karena publik tidak hanya membutuhkan informasi, tetapi juga membutuhkan cerita yang menghadirkan kedekatan emosional dan menggambarkan sisi kemanusiaan Pemasyarakatan,” jelas Aiman.

Aiman juga menyampaikan bahwa perkembangan media saat ini telah bergeser dari pola komunikasi berbasis teks menuju konten visual, khususnya video yang lebih cepat diterima masyarakat.

“Tidak semua kegiatan harus dipublikasikan, tetapi pilihlah kegiatan yang memiliki nilai cerita. Dokumentasi merupakan investasi konten karena banyak cerita positif di Pemasyarakatan yang dapat menggambarkan proses pembinaan, perubahan warga binaan, serta sisi humanis dari pelaksanaan tugas,” tambah Aiman.

Selain itu, Aiman mengingatkan pentingnya membangun hubungan baik dengan berbagai pihak, seperti stakeholder, media, dan mitra komunikasi sebelum terjadi krisis. Menurutnya, setiap informasi yang berkembang perlu dikelola secara tepat agar masyarakat mendapatkan kepastian dan pemahaman yang benar.

Melalui kegiatan penguatan strategi komunikasi krisis ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik. Dengan komunikasi yang profesional, transparan, dan berorientasi kepada masyarakat, Lapas Narkotika Karang Intan terus mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang semakin dipercaya, modern, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *