Gandrung Sewu Merupakan Festival Sendra Tari Yang Sangat Spektakuler Tapi  Dimata Masyarakat Menjadi Perbincangan

Daerah387 Dilihat

Banyuwangi,- festival gandrung sewu 2023 kali ini menjadi perbincangan hangat, di karenakan pagelaran ini tidak bisa di nikmati masyarakat secara gratis.Hal ini, di sebabkan pertunjukan berada di tempat wisata marina boom milik Pelindo, yang notabennya sudah komersil.

Hal ini, banyak menyebabkan banyak pertanyaan di berbagai kalangan yang menganggap Dinas Kebudayaan Pariwisata (DISBUDPAR) Banyuwangi di duga ada main terkait pertunjukan gandrung sewu ini.

Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Banyuwangi Nur Muzayyin, saat di mintai tanggapan (24/9/2023) mengatakan seharusnya pertujukan semua yang di gagas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) harus gratis.Kalau terkait grandrung sewu ini seharusnya tempat evennya yang di ganti bukan monotune disitu saja, di karenakan gandrung sewu itu bukan tradisi melainkan pertunjukan.katanya saat di wawancarai di kantornya

Ketua PWRI Banyuwangi menambahkan kalau acara di laksanakan disana tiap tahun, itu berarti Pemerintah memajukan perekonomian PPI sebagai pengelola wisata disitu.Padahal festival ini diadakan tujuan utamanya untuk meningkatkan penghasilan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti pedagang cilok, bakso dan penjual es supaya bisa naik kelas seperti program yang di canangkan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani, teryata kenyataannya terbalik pelaku UMKM tidak mendapatkan hasil dari festival gandrung sewu yang sangat spektakuler itu.

“Saya menyarankan kepada Disbudpar Banyuwangi supaya pagelaran sendra tari gandrung sewu di tahun berikutnya bisa bergantian di tempat yang lain”.imbuhnya

Dalam hal ini, Sekertaris Lembaga Pengawasan Republik Indonesia (LPRI) Banyuwangi, Nanang Rama Biyadin juga ikut angkat bicara terkait gandrung sewu, dia menjelaskan acara gandrung sewu di adakan di wisata marina boom seolah di paksakan oleh Disbudpar Banyuwangi, di karenakan semua masyarakat hingga Pemda tahu kalau tempat disitu sudah di komersilkan semenjak di ambil alih sama Pelindo.

“Kok masih di paksakan disitu, ini yang perlu di awasi”,.terangnya

Nanang juga menegaskan bahwa sumber anggaran acara Gandrung Sewu perlu dipertanyakan, karena ada dugaan informasi masyarakat sekolah yang mengirimkan siswinya mengeluarkan biaya sendiri.Selain itu, kami juga menduga pertunjukan ini di buat ajang bisnis antara Disbudpar dengan PPI. tegasnya.

Pewarta: Gnda/Rcs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *