MEULABOH.(Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi membuka helatan Festival Literasi tahun 2026. Ajang edukatif dan kreatif ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 23–26 September 2026, berpusat di Halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkab Aceh Barat, unsur Forkopimda/Kemenag, Bunda Literasi Aceh Barat beserta tim TP-PKK, para Kepala SKPK, pimpinan komunitas, pegiat seni, hingga masyarakat umum.
Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP,.MM, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Barat, Dr. Kurdi, Rabu (29-2026) malam
Festival Literasi Aceh Barat 2026 dikemas tidak hanya sebagai ajang kampanye minat baca, melainkan wadah kolaboratif yang mengintegrasikan literasi dengan ekspresi seni dan pergerakan ekonomi lokal. Mengusung cita-cita “Aceh Barat Menuju Pusat Literasi Informasi”, event ini memberikan ruang luas bagi para pegiat literasi, komunitas pemuda, hingga pelaku UMKM lokal untuk saling berjejaring.
Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhkan rangkaian agenda interaktif dan edukatif diantaranya
pameran buku dan karya literasi yang menyediakan aneka referensi bacaan dari berbagai genre serta pameran hasil karya penulis lokal, Diskusi mendalam bersama praktisi dan penulis mengenai penguatan budaya baca serta
Pameran & Partisipasi UMKM Lokal yang merupakan peluang bagi pelaku usaha kecil Aceh Barat mempromosikan produk unggulan daerah.
Selain itu, dalam ajang ini di gelar pentas seni dan budaya yang merupakan panggung ekspresi bagi komunitas seni dan pelajar setempat serta
ruang partisipatif bagi pengunjung untuk menuliskan pesan, gagasan, dan dorongan semangat literasi.
Acara puncak akan digelar malam penganugerahan pemenang literasi terbaik 2026 sebagai bentuk apresiasi Pemkab terhadap individu dan lembaga yang konsisten menggerakkan literasi di Aceh Barat.
Dalam sambutan tertulis Bupati Aceh Barat yang dibacakan oleh Sekda Dr. Kurdi, disampaikan permohonan maaf Bupati Tarmizi karena berhalangan hadir langsung akibat agenda kedinasan lain yang bertepatan. Meski demikian, Bupati menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan fondasi literasi daerah.
Sekda Kurdi memaparkan kondisi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Aceh Barat yang masih menjadi PR besar bersama. Meskipun tingkat kegemaran membaca berada di angka 62 kategori cukup baik dukungan sarana dan prasarana masih membutuhkan percepatan.
Guna menggugah kesadaran audiens, Kurdi secara khusus mengulas kisah-kisah penuh makna dari novel karangan Andrea Hirata, mulai dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, hingga Padang Bulan.
”Melalui membaca, kita membuka jendela dunia. Dalam buku-buku tersebut kita belajar bagaimana seorang anak dari daerah tertinggal, yang awalnya kesulitan belajar, mampu menembus batas hingga kuliah ke Prancis karena daya juang dan literasi. Ini pesan penting bagi kita semua. Pendidikan dan membaca adalah modal utama mengubah nasib,” tegas Kurdi.
Selain mendorong minat baca, Pemkab Aceh Barat secara terbuka menyoroti dua tantangan struktural yang dihadapi daerah saat ini terkait status skreditasi perpustakaan dimana Saat ini Perpustakaan Daerah Aceh Barat masih mengantongi nilai akreditasi C yang menjadi target pembenahan ke depan,” ujar Kurdi
Ia menambahkan keterbatasan ruang fiskal anggaran alokasi daerah (DAU/DBH) yang terus tertekan membutuhkan strategi kreatif agar program literasi tetap berjalan efektif tanpa bergantung penuh pada APBK.
Pemkab juga menegaskan redefinisi makna literasi di era digital modern. Literasi tidak lagi sesederhana mengeja kata atau merangkai kalimat.
”Literasi hari ini adalah kemampuan komprehensif dalam membaca, memahami, memilah, mengkritisi, mengelola, serta memanfaatkan informasi secara produktif dan bertanggung jawab. Kita ingin masyarakat Aceh Barat bukan sekadar konsumen informasi, melainkan produsen pengetahuan yang cerdas,” jelasnya
Kurdi menekankan bahwa keberhasilan gerakan literasi tidak dapat ditumpukan sepenuhnya pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan semata. Diperlukan pembagian peran yang solid dari seluruh ekosistem masyarakat.
Pemerintah Daerah akan menyiapkan ruang publik, regulasi, dan sarana pengetahuan yang inklusif dan lingkungan keluarga dengan membiasakan tradisi membaca sejak usia dini di rumah dan menghidupkan ruang-ruang diskusi dan lapak baca di tengah warga. Serta peran media yang menghadirkan jurnalisme yang edukatif, berimbang, dan melawan penyebaran hoaks,” ujarnya
Sebagai pemantik semangat pada malam pembukaan, Kurdi membagikan 20 buku gratis bagi para tamu dan masyarakat yang hadir.
Melalui penyelenggaraan Festival Literasi 2026 ini, Pemkab Aceh Barat berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan pemantik bagi gerakan bersama yang berkelanjutan demi mewujudkan generasi Aceh Barat yang unggul, berpengetahuan luas, dan siap bersaing di era global (*)
Penulis; Almanudar













