Dosen Poliwangi Ciptakan Inovasi Steamer Baglog, Tingkatkan Kapasitas Produksi Jamur Tiram

Banyuwangi, Metrozone.net- Tiga tim dosen dari Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), yaitu Agung Fauzi Hanafi, Mega Lazuardi Umar dan Eka Nurmala Sari, berhasil membuat inovasi dengan meningkatkan kapasitas produksi jamur tiram pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bachtiar Karya di Banyuwangi.

Inovasi tersebut menggunakan alat Steamer Baglog Modern. Alat yang dibuat oleh Tim Pengabdian Masyarakat ini, diharapkan menjadi solusi bagi keterbatasan produksi jamur tiram yang selama ini dihadapi oleh UMKM tersebut.

Ketua Tim Pengabdian, Agung Fauzi Hanafi mengatakan, pengabdian tersebut dibiayai oleh Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat dengan nomor kontrak Induk 027/C3/DT.05.00/PL/2025 dan Nomor Kontrak Turunan 4940/PL36/AL.A4/2025.

Agung menjelaskan, selama ini UMKM Bachtiar Karya masih menggunakan metode sterilisasi baglog (media tanam jamur) secara tradisional. Proses sterilisasi yang memakan waktu hingga 8 jam dengan bahan bakar kayu ini tidak hanya tidak efisien, tetapi juga menghasilkan baglog dengan kualitas dan kuantitas yang rendah.

“Melihat permasalahan tersebut, akhirnya tim pengabdian Poliwangi melakukan survei dan merancang mesin steamer baglog yang lebih efektif,” kata Agung, Kamis (14/8/2025).

Eka Nurmala Sari menambahkan, perancangan alat ini dimulai pada Juni 2025, dan proses fabrikasinya berjalan selama satu bulan. Mesin ini dirancang agar dapat menampung lebih banyak baglog dalam satu siklus sterilisasi, sehingga kapasitas produksi dapat berlipat ganda.

“Kami menyadari bahwa alat sterilisasi tradisional menjadi kendala utama bagi UMKM untuk berkembang. Dengan steamer baru ini, kami berharap UMKM Bachtiar Karya bisa meningkatkan produksi dan meraih pasar yang lebih luas,” ucap Eka.

Meski demikian, ada satu tantangan yang masih dihadapi, yakni pengujian performa mesin. Steamer baglog ini membutuhkan boiler sebagai sumber uap panas. Pihak UMKM Bachtiar Karya berkomitmen untuk membuat boiler secara mandiri, namun prosesnya membutuhkan waktu.

“Setelah boiler selesai dan terintegrasi, kami akan kembali melakukan monitoring dan evaluasi untuk menguji efektivitas alat secara menyeluruh,” terangnya.

Sementara itu, Mega Lazuardi Umar mengungkapkan, penyerahan resmi mesin steamer kepada UMKM Bachtiar Karya sudah dilakukan pada Agustus 2025. Selain memberikan alat, tim pengabdian juga memberikan pelatihan dasar tentang cara perawatan dan penggunaan mesin, sehingga UMKM dapat mengoperasikannya secara mandiri.

“Kami juga berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM ini dalam jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan program,” kata Mega.

Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM lain dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di tengah tingginya permintaan pasar terhadap jamur tiram, yang dikenal memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan dengan tempe.

Pewarta: Budi Joyo

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *