Meulaboh (METROZONE.net) – Dalam upaya mengurangi timbulan sampah di Kota Meulaboh yang semakin hari kian meningkat dan menuju kota Meulaboh bersih dan asri, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Barat berinovasi mengembangkan berbagai cara untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar menerapkan Program 3 R (Reduce, Reuse, Recycle)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, Dr. Kurdi, menyatakan bahwa di era digital ini program pengurangan sampah melalui Bank sampah harus dilakukan dengan model kekinian dan modern. Saat ini masyarakat yang menjadi anggota Bank sampah agak terkendala dengan model setor langsung, karena perlu tenaga tambahan, disamping itu dengan model konvensional ini, antusias masyarakat untuk menjadi anggota Bank Sampah masih dirasakan kurang.
Pengelolaan sampah modern tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional, tapi dibutuhkan Governance (Tata Kelola) yang rapi dan Intgration (Integrasi) sistem yang solid antara pemerintah dan masyarakat

Hal ini disampaikan Kurdi saat menjadi pemateri utama dalam pelatihan Governance and Intgration Manajerial Training yang digelar Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Satu Kata Aceh Barat yang bertempat di aula Dinas PUPR Aceh Barat pada hari Senin (9/2/2026). Kegiatan ini diikuti langsung para pengurus Bank Sampah Induk (BSI), Bank Sampah Unit (BSU) Aceh Barat.
Kurdi bertekad bahwa sampah harus terkurangi sebelum diangkut ke TPA, residu saja yang angkut ke TPA selebihnya dimanfaatkan untuk tambahan ekonomi,” katanya
Dalam paparannya, Kadis DLHK Aceh Barat, Dr. Kurdi, memberikan arahan tentang pentingnya kegiatan-kegiatan pengurangan sampah yang berbasis masyarakat. Bank Sampah yang saat ini telah dibentuk di setiap desa, sekolah-sekolah, instansi/lembaga pemerintah dan swasta harus menyesuaikan dengan kondisi zaman.
Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menguatkan kapasitas bagi pengelola TPST 3 R dan Bank Sampah agar mampu beradaptasi dengan tantangan baru dalam pengelolaan sampah lebih efisien bila dibandingkan dengan pola lama yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman
Anggota Bank sampah, kata dia, harus lebih dipermudah dalam penyetoran hasil pemilahan sampah. Melalui pengelolaan sampah secara terintegrasi ini mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh DLH sehingga target pengurangan sampah di Aceh Barat yang tercantum dalam keputusan Bupati Aceh Barat Pengelolaan sampah secara modern yang telah ditandatangani oleh Bupati Tarmizi dapat tercapai.
Dengan pola baru ini diharapkan masyarakat juga akan memperoleh insentif tambahan ekonomi dari pilahan sampah yang disetor, karena praktek bank sampah adalah bagaimana sampah yang selama ini terbuang percuma tetapi bisa dirubah menjadi bernilai dan dapat menggerakkan ekonomi (sirkular ekonomi),” ujarnya
Harapan kita dengan adanya pelatihan pengelolaan sampah secara terintegrasi dengan sistem upgrading yang akan kita miliki. Pola pengelolaan sampah di Aceh Barat akan lebih tertib dan terarah dan memiliki pandangan dan strategi yang sama dari hulu hingga hilir,” katanya
Penulis: Almanudar







