Meulaboh (Metrozone.net) – Kekecewaan mendalam menyelimuti masyarakat di wilayah Barat Selatan Aceh (Barsela). Kebijakan pengalokasian anggaran oleh Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Mualem dinilai tidak berpihak dan cenderung menganaktirikan wilayah tersebut.
Menanggapi hal ini, Forum Komunitas Muda Barat Selatan Aceh (F.KMBSA) secara tegas mengajak seluruh Bupati di wilayah Barsela untuk bersatu mewujudkan pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS).
Pemicu utama kemarahan publik adalah keputusan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) terkait pembagian dana Transfer Ke Daerah (TKD) yang bersumber dari APBN. Padahal, wilayah Barsela baru saja dihantam bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan kerusakan masif pada fasilitas umum dan pemukiman warga di Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil.
Meskipun kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, Pemerintah Aceh hanya mengalokasikan dana TKD sebesar 1 Miliar Rupiah untuk wilayah tersebut.
”Tentu kami sangat kecewa dengan kebijakan khususnya dana TKD ini. Mualem dan TAPA ini tidak punya hati, berulang kali mengkhianati wilayah Barsela,” ujar Ketua F.KMBSA, Azhari, dengan nada kesal, Selasa (21/4-2026)
Azhari menilai struktur APBA Tahun 2026 menunjukkan ketimpangan pembangunan yang nyata. Alokasi anggaran terlihat jauh lebih besar terserap ke wilayah Timur-Utara Aceh, sementara Barsela terus tertinggal baik dari segi infrastruktur maupun pengembangan SDM.
Tidak hanya soal dana bencana, proyek strategis seperti pembangunan Rumah Sakit Regional pun dilaporkan absen dari daftar prioritas APBA 2026. Hal ini memperkuat dugaan bahwa janji-janji politik yang pernah diutarakan hanya sekadar “omong doang” (omdo),” tambahnya
Azhari menyebutkan terabaikannya pembangunan RS Regional Barsela adanya dugaan “pembisik” di sekeliling Gubernur yang menyesatkan arah kebijakan.
”Mualem harus membersihkan dirinya dari ‘lingkaran syaitan’ yang menyesatkannya. Ada banyak sekali pembisik kepentingan di sekelilingnya yang merugikan rakyat Barsela,” tegas Azhari.
Serukan Pemekaran Provinsi ABAS
Melihat dinamika politik dan anggaran yang terus menyudutkan wilayah Barat Selatan, F.KMBSA menyatakan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah dengan berdiri di atas kaki sendiri. Azhari mengajak para kepala daerah (Bupati) di wilayah Barsela untuk berhenti berharap pada Pemerintah Aceh dan mulai fokus pada perjuangan pemekaran provinsi.
”Tidak ada yang bisa diharapkan dari Pemerintah Aceh, mereka hanya mementingkan kepentingan wilayah sendiri. Lebih baik kita buat provinsi sendiri agar bisa mengurus diri sendiri dengan lebih baik,” pungkasnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Aceh maupun Tim TAPA terkait tudingan ketimpangan anggaran tersebut. Pergerakan arus dukungan untuk Provinsi ABAS diprediksi akan kembali menguat seiring dengan minimnya perhatian pemerintah provinsi terhadap pemulihan pascabencana di Barat Selatan Aceh.
(Almanudar)






