Suka Makmue (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menerima bantuan lima unit mesin traktor roda empat dari Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produktivitas padi sawah dengan penerapan PM-AAS.
Bantuan dari Kementan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., kepada kelompok tani di lahan persawahan Desa Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (5/9/2026).
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa TRK menyambut baik bantuan tersebut. Menurut dia, keberadaan traktor roda empat akan membantu petani mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
“Alhamdulillah, Kabupaten Nagan Raya mendapatkan lima unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian. Ini sangat membantu sekali. Mudah-mudahan bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya,” ujar TRK.
Menurut TRK, dukungan alsintan tersebut semestinya dapat semakin mendorong Nagan Raya melaksanakan program tanam padi secara serentak. Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala, terutama terganggunya jaringan irigasi.
“Ini sebenarnya untuk Kabupaten Nagan Raya memungkinkan kita untuk melakukan tanam serentak. Namun, persoalan sekarang, irigasi kita terganggu,” katanya.
TRK menjelaskan, terhambatnya penyaluran air melalui jaringan irigasi tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Rambong.
“Saya mendapat informasi, ada sejumlah ekskavator yang beroperasi di sana. Sehingga irigasi kita tertimbun dan aliran air irigasi menjadi terhambat,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, TRK menegaskan agar aktivitas pertambangan yang berada di sekitar jaringan irigasi segera dihentikan.
“Kita berharap kegiatan seperti ini supaya segera dihentikan, agar kesejahteraan petani menjadi lebih baik,” tegas TRK.
Ia menekankan, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius mengingat sebagian besar masyarakat Nagan Raya menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian, khususnya persawahan.
“Kalau tidak dihentikan, yang terganggu bukan hanya irigasinya, tetapi seluruh masyarakat kita, karena mayoritas masyarakat Nagan ini mata pencahariannya di sawah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., menyampaikan bahwa hamparan sawah yang dikelola gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, mencapai sekitar 25 hektare.
Ia mengatakan Kecamatan Kuala menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan indeks pertanaman (IP) padi.
“Melalui upaya dari berbagai pihak, baik penyuluh, keujrun blang, maupun pemerintah kecamatan, Kecamatan Kuala menjadi satu-satunya kecamatan yang IP-nya menuju tiga kali dalam setahun,” ujar Marzuki.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi prestasi tersendiri dalam upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Nagan Raya.
“Hal ini menjadi prestasi tersendiri dalam upaya mengejar percepatan swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Nagan Raya,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementan RI atas bantuan yang diberikan kepada Pemkab Nagan Raya.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu petani dalam proses pengolahan tanah. Artinya, kalau sebelumnya petani kekurangan traktor, insyaallah dengan hadirnya bantuan dari pemerintah, masalah tersebut sudah teratasi,” imbuhnya.
Tiga Titik Irigasi Perpompaan Disiapkan
Selain bantuan traktor, Pemkab Nagan Raya juga memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa alokasi pembangunan irigasi perpompaan di tiga titik di Kecamatan Kuala.
Program tersebut kata Marzuki, disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemarau panjang.
“Apabila terjadi kemarau dan saluran irigasi utama terjadi kekurangan air, adanya pompa bisa digunakan untuk menarik air dan disalurkan ke sawah yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia juga memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk Kecamatan Kuala mencukupi dalam menghadapi masa tanam mendatang.
“Untuk masa tanam padi akan dilaksanakan secara serentak dan diperkirakan dimulai pada awal Oktober 2026,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah, sejumlah anggota DPRK dan kepala SKPK Nagan Raya, penyuluh pertanian, serta para petani.
(Almanudar)













