MEULABOH (Metrozone.net) – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Fadly Octora, ST meninjau langsung progres pembangunan sejumlah ruas jalan dan jembatan di Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen, pada Rabu (29/7/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur tahun 2026 berjalan sesuai rencana sekaligus menetapkan skala prioritas pembangunan jalan pada tahun anggaran 2027.
Bupati Tarmizi bersama Dinas PUPR satu persatu mengecek proyek yang sedang dikerjakan, telah selesai dikerjakan, serta sejumlah ruas jalan yang diusulkan menjadi prioritas pembangunan tahun depan.
Adapun progres yang ditinjau diantaranya pembangunan Jembatan Alue Tampak di Kecamatan Kaway XVI, ruas Jalan Teupin Panah, peningkatan Jalan Alue Lhee–Teuladan, Jalan Lhok Sari–Berdikari di Kecamatan Pante Ceureumen, ruas jalan menuju SMK Perikanan, serta peningkatan Jalan Desa Pulo Teungoh–Ketambang.
Bupati Tarmizi mengatakan, peninjauan ini dilakukan agar pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi riil di lapangan, mengingat kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.
“Selama beberapa hari ini kami bersama Dinas PUPR turun ke lapangan untuk mengecek jalan yang sedang dikerjakan, yang akan dikerjakan, dan yang telah selesai dikerjakan tahun ini. Sekaligus kami melihat langsung titik-titik yang menjadi rencana pembangunan tahun depan,” ungkapnya.
Menurut Tarmizi, anggaran pembangunan jalan pada tahun depan diperkirakan hanya mampu membiayai sekitar dua kilometer ruas jalan. Karena itu, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan pada jalan penghubung dan ruas utama yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
“Karena anggaran tahun depan semakin kecil, hanya sekitar dua kilometer, maka kita harus membangun jalan yang benar-benar menjadi prioritas di setiap kecamatan. Semua harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Ia menegaskan, penentuan skala prioritas harus dilakukan secara objektif agar pembangunan merata, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan kecemburuan sosial.
“Selama ini masyarakat menginginkan semua jalan dibangun karena kondisinya semakin rusak. Tantangan kita adalah bagaimana membangun sebanyak mungkin ruas jalan dengan kemampuan keuangan yang terbatas. Karena itu saya harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan prioritas pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(Almanudar)












