MEULABOH (Metrozone.net) – Bunda PAUD Kabupaten Aceh Barat, Afrinda Novalia, SE., MM, menegaskan pentingnya penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam mendukung pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua di Kabupaten Aceh Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Proses Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Jenjang Kelompok Bermain (KB) yang diselenggarakan oleh Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Barat pada Rabu (12/8/2026), bertempat di Aula Gedung B Disdikbud setempat. Kegiatan ini turut dihadiri dan didampingi langsung oleh seluruh Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Aceh Barat.
Dalam arahannya, Afrinda Novalia menyampaikan bahwa penguatan PAUD di daerah harus ditempatkan sebagai bagian strategis dari agenda pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Wajib Belajar 13 Tahun yang menempatkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi penting menuju pendidikan bermutu untuk semua.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mendapatkan layanan PAUD yang bermutu melalui penguatan akses, mutu, dan tata kelola.
“Wajib Belajar 13 Tahun tidak boleh dimaknai hanya sebagai perluasan lama belajar, tetapi sebagai upaya memastikan setiap anak memperoleh fondasi pendidikan yang kuat sejak usia dini. Karena itu, kita harus bergerak bersama memastikan akses PAUD semakin luas, kualitas layanan semakin baik, dan tata kelolanya semakin kuat,” ujar Bunda PAUD Kabupaten Aceh Barat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan PAUD tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan satuan pendidikan semata, melainkan juga oleh:
– Kualitas proses pembelajaran yang berorientasi pada anak;
– Peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan;
– Keterlibatan aktif pihak keluarga;
– Penyediaan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan; serta
– Tata kelola satuan pendidikan yang akuntabel dan transparan.
“Penguatan tersebut menjadi semakin vital mengingat masa golden age merupakan periode fundamental dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada fase ini, berbagai aspek perkembangan mulai dari fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, hingga karakter berkembang pesat dan membutuhkan stimulasi yang tepat, terarah, serta sesuai dengan tahap perkembangan usia,” ulasnya
Afrinda juga menekankan bahwa agenda peningkatan mutu harus berjalan beriringan dengan perluasan akses. Tidak boleh ada anak di Aceh Barat yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan prasekolah hanya karena keterbatasan akses, informasi, maupun dukungan lingkungan.
“Ketika kita berbicara tentang pendidikan bermutu untuk semua, maka kita berbicara tentang dua hal yang harus berjalan bersama: tidak hanya memastikan anak masuk PAUD, tetapi juga memastikan PAUD yang mereka masuki benar-benar memberikan layanan yang berkualitas,” tegasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kata dia, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bunda PAUD Kabupaten dan Kecamatan, satuan pendidikan, pemerintah desa, keluarga, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci mendasar dalam mempercepat hadirnya layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, holistik, dan berkelanjutan.
Kehadiran seluruh Bunda PAUD Kecamatan dalam kegiatan bimtek ini menjadi momentum penting penguatan gerakan bersama di tingkat daerah. Bunda PAUD Kecamatan diharapkan dapat menjadi motor penggerak kolaborasi di wilayah masing-masing, khususnya dalam mendorong peningkatan angka partisipasi anak di PAUD, memperkuat kualitas layanan, serta membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pendidikan usia dini.
Di sisi lain, sebut Afrinda, penguatan akses, mutu, dan tata kelola juga relevan dengan arahan Direktorat PAUD yang menekankan bahwa percepatan implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah membutuhkan penguatan advokasi, pendampingan, pemutakhiran data, serta penjaminan mutu pendidikan secara terintegrasi.
Dengan demikian, tambahnya,
PAUD kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar jenjang pendidikan pelengkap, melainkan fondasi utama pembangunan manusia yang menentukan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar sekaligus membentuk kualitas generasi penerus Aceh Barat di masa depan. Investasi pada pendidikan anak usia dini, lanjut Afrinda, merupakan investasi jangka panjang bagi daerah.
“Kita sedang tidak hanya menyiapkan anak-anak untuk masuk sekolah. Kita sedang menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah Aceh Barat di masa depan. Karena itu, setiap anak harus mendapatkan akses, setiap layanan harus bermutu, dan setiap pengelolaan harus dilakukan dengan tata kelola yang baik,” pungkasnya.
Melalui penguatan sinergi dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Aceh Barat optimistis dapat mengambil peran nyata dalam menyukseskan Program Wajib Belajar 13 Tahun, memperkuat fondasi pendidikan sejak dini, dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Aceh Barat yang semakin maju dan gemilang.
(Almanudar)







