Meulaboh (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi mengumumkan hasil Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Tahun 2026.
Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 11/Pansel-JPTP/V/2026 tentang Hasil Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026 yang didasarkan pada Berita Acara Nomor 10/Pansel-JPTP/V/2026 tanggal 20 Mei 2026 mengenai penetapan hasil akhir seleksi.
Kepala BKPSDM Aceh Barat, Hasmi Zuandi, mengatakan Panitia Seleksi telah menetapkan tiga nama terbaik untuk setiap jabatan yang diseleksi. Menurutnya, keputusan panitia seleksi bersifat final dan menjadi dasar untuk melanjutkan tahapan berikutnya.
“Panitia Seleksi telah mengumumkan tiga besar calon pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Keputusan panitia seleksi terbuka pengisian JPT Pratama Tahun 2026 bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” ujar Hasmi Zuandi di Meulaboh, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan seleksi terbuka tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, akuntabel, serta berbasis kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Meski demikian, proses seleksi belum sepenuhnya berakhir. Para kandidat yang berhasil masuk dalam tiga besar masih harus mengikuti tahapan wawancara akhir yang akan dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat.
Dalam tahapan tersebut, para peserta akan mempresentasikan konsep, ide, dan gagasan terkait pengelolaan organisasi yang akan mereka pimpin. Hasil wawancara akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pejabat terbaik untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
“Wawancara akhir oleh Bupati menjadi bagian penting dalam proses penentuan pejabat yang nantinya akan mengemban amanah pada jabatan strategis. Dari tahapan ini akan ditetapkan satu peserta yang dinilai paling sesuai untuk mengisi jabatan yang tersedia,” jelas Hasmi.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM memberikan peringatan keras kepada seluruh peserta agar tidak melakukan praktik lobi-lobi maupun transaksi dalam bentuk apa pun untuk memengaruhi hasil seleksi.
Menurutnya, penetapan tiga besar sepenuhnya merupakan hasil kerja Panitia Seleksi yang dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan kompetensi masing-masing peserta.
“Selanjutnya dari tiga besar tersebut akan saya lakukan interview. Mereka akan melakukan presentasi untuk memaparkan konsep, ide, dan gagasan. Kami akan memilih yang terbaik di antara yang baik,” tegas Tarmizi.
Ia menegaskan, pejabat yang akan dipilih nantinya harus memiliki integritas tinggi, tidak berorientasi pada materi, visioner, kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan kepemimpinan dan pemecahan masalah yang baik.
Selain itu, kata Tarmizi, calon pejabat juga harus mampu bekerja sejalan dengan visi dan arah pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
“Yang jauh lebih penting adalah mereka harus bisa sefrekuensi dengan kami dan mampu mengikuti irama kerja yang sedang kami bangun untuk Aceh Barat,” katanya.
Tarmizi juga menegaskan tidak akan mentolerir adanya upaya intervensi, tekanan dari pihak mana pun, maupun praktik jual beli jabatan.
“Mereka yang melakukan lobi-lobi atau memberi tekanan kepada saya dari pihak mana pun, saya pastikan akan saya coret, sekalipun dia memiliki kemampuan yang baik,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Tarmizi, apabila ditemukan adanya praktik transaksi atau upaya memberikan sejumlah uang kepada pihak tertentu dengan tujuan memperoleh jabatan, maka peserta tersebut tidak hanya akan dicoret dari proses seleksi, tetapi juga akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
“Jika ada yang melakukan transaksi jual beli jabatan atau mencoba memberikan uang kepada siapa pun dengan mengatasnamakan saya, maka bukan hanya kami coret, tetapi juga akan kami laporkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Ia menambahkan, reformasi birokrasi yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bertujuan untuk memperbaiki sistem secara menyeluruh sehingga jabatan diberikan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan karena kedekatan ataupun kepentingan tertentu.
“Siapa yang mendapatkan jabatan dan siapa yang kehilangan jabatan adalah karena kemampuan dan kualitas dirinya sendiri, bukan karena orang lain. Kita ingin birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani masyarakat dengan baik,” pungkas Tarmizi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap hasil seleksi JPT Pratama tahun ini dapat melahirkan pejabat-pejabat yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, sehingga roda pemerintahan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif demi terwujudnya Aceh Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
(Almanudar)













