MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memprioritaskan percepatan pemulihan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen.
Langkah strategis ini diambil guna membuka kembali akses transportasi utama yang sempat terputus total akibat bencana alam.
Fokus utama penanganan saat ini diarahkan pada pembukaan kembali jalur penghubung dari Desa Jambak menuju Desa Sikundo.
Kawasan ini sempat terisolasi total akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor hebat yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Untuk mengatasi lumpuhnya akses, Pemerintah Daerah mengambil kebijakan dengan membangun jalur relokasi baru yang tidak jauh dari titik-titik jalan yang amblas dan terputus total. Langkah ini dilakukan guna memastikan aktivitas mobilitas warga serta pasokan logistik dapat kembali berjalan normal.
Saat ini, tim teknis beserta alat berat Dinas PUPR Aceh Barat tengah disiagakan di lapangan untuk mengebut pengerjaan fisik di dua titik vital. Pengerjaan meliputi Titik Satu jalan relokasi sepanjang 950 meter, dan Titik Dua yang berada di Desa Alue Keubeu sepanjang 1.100 meter. Jalur ini terpaksa dibangun dari nol (baru) sebagai pengganti jalan utama yang hilang dihantam banjir bandang pada 26 November 2025 silam.
Proses pengerjaan di lapangan kini telah memasuki tahap penyebaran material kerikil (agregat) serta pengerasan badan jalan. Upaya pengerasan ini sangat penting agar struktur tanah baru tersebut cukup stabil dan kuat untuk dilalui kendaraan, terutama di tengah kondisi cuaca pedalaman yang kerap tidak menentu.
”Kami terus berusaha secepat mungkin agar akses jalan ini kembali fungsional secepatnya. Jalur ini bukan sekadar jalan penghubung, melainkan urat nadi utama bagi pergerakan ekonomi masyarakat, akses kesehatan, serta distribusi logistik ke wilayah pedalaman,” ujar Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, kepada media, Minggu (19/7/2026).
Beni menjelaskan bahwa kerusakan pada jalur utama menuju Desa Sikundo tergolong masif. Berdasarkan hasil pemetaan pascabencana, Dinas PUPR menetapkan kebijakan relokasi jalan pada rute Jambak – Sikundo yang dibagi ke dalam 4 titik penanganan prioritas.
”Penyusunan dan pembentukan badan jalan baru ini sebenarnya sudah mulai kita kerjakan secara bertahap sejak awal tahun (awal 2026), tidak lama setelah bencana banjir bandang akhir November 2025 melanda. Sekarang, target kita adalah meningkatkannya ke tahap pengerasan agar bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” tambah Beni.
Meski pengerjaan relokasi terus dipacu, Beni tidak menampik bahwa tantangan medan di lapangan cukup berat. Secara keseluruhan, total ruas jalan yang menghubungkan wilayah Pulo Tengoh – Jambak – Sikundo sepanjang 5 kilometer mengalami dampak kerusakan dengan kategori berat. Kondisi inilah yang sempat membuat warga Desa Sikundo berada dalam kondisi terisolasi.
”Kondisi geografis pedalaman Pante Ceureumen yang berbukit dan berbatasan langsung dengan aliran sungai besar membuat pengerjaan harus dilakukan secara hati-hati namun tetap terukur,” urainya.
Kendati dihadapkan pada medan yang ekstrem, pihak PUPR memastikan komitmennya tidak akan kendor hingga seluruh ruas jalan ini benar-benar terhubung kembali secara aman bagi masyarakat.
Pemerintah berharap, pemulihan infrastruktur ini dapat segera menyembuhkan dampak sosial dan ekonomi pascabencana di Pante Ceureumen.
”Harapan besar kami, dengan selesainya pembangunan dan pengerasan jalan relokasi di empat titik ini yang menghubungkan Gampong Jambak hingga Sikundo, kendaraan roda dua dan roda empat dapat segera melintas tanpa hambatan. Jika akses transportasi ini pulih, otomatis mobilitas harian masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen akan kembali lancar, dan denyut nadi perekonomian warga segera bangkit,” tutup Beni.
Penulis: Almanudar






