Babinsa Pengantigan Dampingi SPPG Gandeng UMKM Lokal, Perkuat Rantai Pasok Pangan dan Dukung Program Gizi

Banyuwangi, Metrozone.net– Sinergi antara aparat teritorial, lembaga sosial, dan pelaku usaha lokal terus diperkuat dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Hal tersebut tampak dalam kegiatan pendampingan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pelaku UMKM di Lingkungan Kalilo, Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (17/3).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut melibatkan Babinsa Kelurahan Pengantigan, Sertu Joni Setyo Budi, yang aktif melakukan pendampingan sekaligus monitoring terhadap pelaksanaan program di lapangan. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kegiatan tersebut, SPPG dari Yayasan ABI Banyuwangi menggandeng para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat sebagai mitra penyedia bahan pangan. Kolaborasi ini difokuskan pada pemanfaatan potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan logistik pangan secara berkelanjutan.

Adapun jenis bahan makanan yang menjadi perhatian utama dalam pendampingan ini meliputi tempe, tahu, roti, kue basah, serta berbagai kebutuhan bumbu dapur. Seluruh komoditas tersebut diupayakan berasal dari lingkungan terdekat, khususnya dari wilayah Kelurahan Pengantigan, guna memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus menjamin kesegaran dan kualitas bahan pangan.

“Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi dari wilayah sendiri. Dengan demikian, UMKM lokal bisa diberdayakan dan distribusi menjadi lebih efisien,” ujar Sertu Joni Setyo Budi di sela kegiatan.

Ia menambahkan, peran Babinsa tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pengawas lapangan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana. Monitoring juga dilakukan terhadap keterlibatan UMKM agar benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua SPPG Yayasan ABI Banyuwangi, jajaran staf yayasan, Babinsa Kelurahan Pengantigan, serta para pelaku UMKM di lingkungan setempat. Suasana diskusi berlangsung interaktif, dengan pembahasan terkait kesiapan produksi, kualitas bahan, hingga mekanisme distribusi.

Sementara itu, Danramil Banyuwangi, Kapten Sahar Susanto, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pendampingan tersebut. Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam program seperti ini merupakan bentuk nyata pembinaan teritorial yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendorong Babinsa untuk terus aktif dalam kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk dalam mendukung program pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal,” tegasnya.

Program kolaborasi antara SPPG dan UMKM ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Di satu sisi, kebutuhan bahan pangan untuk program gizi terpenuhi secara berkelanjutan. Di sisi lain, pelaku UMKM mendapatkan kepastian pasar dan peningkatan pendapatan.

Selain itu, pendekatan berbasis lokal dinilai menjadi solusi efektif dalam menjaga stabilitas pasokan, terutama di tengah tantangan distribusi dan fluktuasi harga bahan pangan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan diskusi dan koordinasi.

Ke depan, sinergi antara TNI, lembaga sosial, dan UMKM ini diharapkan dapat terus diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Banyuwangi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed