Lapas Banjarmasin Kembangkan Semangat Berbagi Ilmu melalui Pembelajaran Al-Qur’an

Berita12 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Semangat belajar dan saling berbagi ilmu terlihat dalam kegiatan pembinaan kepribadian di Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Sejumlah Warga Binaan mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an yang dibimbing langsung oleh sesama Warga Binaan yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an lebih baik, Senin (2/11).

Kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang mengedepankan kebersamaan. Warga Binaan yang bertindak sebagai pembimbing membantu peserta lainnya mengenal dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk membaca dan mendapatkan arahan apabila terdapat pelafalan huruf maupun bacaan yang perlu diperbaiki.

Pola pembelajaran antarsesama Warga Binaan ini menjadi bentuk kepedulian dan semangat berbagi ilmu. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga belajar membangun kebersamaan, kesabaran, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa keterlibatan Warga Binaan sebagai pembimbing merupakan bagian positif dari pembinaan kepribadian.

“Pembinaan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui kehadiran pembimbing dari luar, tetapi juga dapat tumbuh dari kepedulian antarsesama Warga Binaan. Mereka yang sudah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dapat membantu teman-temannya untuk belajar dan memperbaiki bacaan,” jelasnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengapresiasi inisiatif saling berbagi ilmu tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan perlu dibangun melalui lingkungan yang mendorong Warga Binaan untuk saling mendukung dalam memperbaiki diri.

“Kami ingin menumbuhkan lingkungan pembinaan yang positif, di mana Warga Binaan tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian untuk membantu orang lain. Semangat saling berbagi ilmu seperti ini merupakan nilai baik yang perlu terus dipelihara,” tutur Kalapas.

Bagi Warga Binaan yang terlibat sebagai pembimbing, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Sementara bagi peserta, pembelajaran bersama memberikan ruang untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an tanpa harus merasa malu untuk terus belajar.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus mendorong pembinaan kepribadian berbasis keagamaan dengan mengembangkan semangat belajar bersama. Sebab, proses memperbaiki diri tidak selalu harus dimulai dari hal besar, tetapi dapat tumbuh dari kemauan belajar dan kesediaan berbagi kebaikan dengan sesama. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *