Lapas Banjarmasin Dorong Kemandirian Warga Binaan lewat Kerajinan Batok Kelapa

Berita18 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Batok kelapa yang sering dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Melalui program pembinaan kemandirian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin membimbing warga binaan mengolah batok kelapa menjadi kotak tisu dan bunga hias, Rabu (28/10).

Kegiatan ini melibatkan tiga warga binaan berinisial B, M, dan A dengan didampingi Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Hafidz. Mereka terlibat langsung dalam proses pembuatan kerajinan, mulai dari mengolah bahan hingga menyusun potongan batok kelapa menjadi produk yang memiliki bentuk dan fungsi berbeda.

Pembuatan kotak tisu dan bunga hias membutuhkan ketelitian serta kreativitas agar potongan batok kelapa dapat disusun dengan rapi. Melalui kegiatan ini, warga binaan berkesempatan mengembangkan keterampilan dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk kerajinan yang berpotensi memiliki nilai jual.

Petugas Giatja, Hafidz, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk membantu warga binaan memahami proses pengerjaan sekaligus meningkatkan keterampilan mereka.

“Kami mendampingi warga binaan selama proses pembuatan, mulai dari menyiapkan bahan sampai menyusun dan merapikan hasil kerajinan. Kami juga memberikan arahan jika ada bagian yang perlu diperbaiki. Harapannya, mereka semakin terampil dan bisa membuat produk yang hasilnya rapi serta menarik,” ujarnya.

Kepala Seksi Giatja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa pemanfaatan batok kelapa menjadi kerajinan merupakan salah satu bentuk pengembangan keterampilan warga binaan melalui kegiatan kerja yang produktif.

“Kami berupaya mengembangkan kegiatan kerajinan agar warga binaan memiliki keterampilan yang beragam. Bahan yang sederhana seperti batok kelapa bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan berpotensi dipasarkan. Keterampilan ini perlu terus dilatih agar kualitas produk semakin baik dan peluang ekonominya dapat dikembangkan,” jelasnya.

Salah satu warga binaan berinisial B mengaku senang bisa ikut membuat kerajinan dari batok kelapa. Baginya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang belum pernah dikuasai sebelumnya.

“Awalnya saya belum tahu batok kelapa bisa dibuat jadi kotak tisu dan bunga. Ternyata harus teliti juga saat menyusun potongannya supaya rapi. Saya senang bisa belajar hal baru. Mudah-mudahan nanti bisa membuat kerajinan yang lebih bagus lagi,” ungkap B.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan untuk masa depan.

“Kami mendorong warga binaan untuk terus menggali potensi dan mengembangkan kreativitas melalui kegiatan produktif. Kerajinan dari batok kelapa ini menunjukkan bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama masa pembinaan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” tutur Kalapas.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian berbasis keterampilan. Pembuatan kotak tisu dan bunga dari batok kelapa diharapkan dapat meningkatkan kreativitas warga binaan sekaligus membuka peluang usaha melalui produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *