Lapas Banjarmasin Tanamkan Nilai Ketakwaan dan Kerendahan Hati melalui Majelis Ta’lim

Berita15 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Warga Binaan Muslim Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti kegiatan Majelis Ta’lim di Masjid Baabut Taqwa, Kamis (22/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian untuk memperkuat pemahaman agama, menumbuhkan ketakwaan, serta mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Majelis ta’lim menghadirkan Ustaz H. Rahmana dari Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mengangkat sejumlah pesan moral dan keagamaan, di antaranya tentang kemuliaan dan kebijaksanaan, ketakwaan dan kehidupan duniawi, serta bahaya memperturutkan hawa nafsu dan kesombongan.

Dalam materi Orang yang Mulia dan Orang yang Bijaksana, dijelaskan bahwa kemuliaan seseorang tercermin dari sikapnya yang menjauhi perbuatan durhaka kepada Allah. Sementara itu, kebijaksanaan ditunjukkan dengan tidak mengutamakan kehidupan dunia dibandingkan kehidupan akhirat.

Materi Ketakwaan dan Duniawi mengingatkan pentingnya menjadikan ketakwaan sebagai landasan hidup dan menjaga perilaku agar tetap sesuai dengan nilai-nilai agama. Adapun materi Memperturutkan Hawa Nafsu dan Takabur mengajak warga binaan mengendalikan keinginan diri, menjauhi kesombongan, menghargai sesama, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.

Kasi Binadik Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk membangun kesadaran diri warga binaan melalui pemahaman nilai-nilai moral dan spiritual.

“Melalui majelis ta’lim, warga binaan diharapkan tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketakwaan, pengendalian diri, dan sikap rendah hati merupakan nilai penting yang perlu dibangun agar mereka dapat memperbaiki perilaku selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.

Terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk kepribadian warga binaan. Menurutnya, pemahaman agama diharapkan menjadi bekal untuk membangun sikap dan perilaku yang lebih baik.

“Kami terus mendorong pelaksanaan pembinaan keagamaan agar warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat ketakwaan, dan membangun pengendalian diri. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” tegas Kalapas.

Salah seorang warga binaan berinisial RD mengaku mendapatkan pengingat penting dari materi yang disampaikan, terutama tentang perlunya mengendalikan diri dan tidak merasa lebih baik daripada orang lain.

“Dari pengajian ini, saya jadi diingatkan lagi supaya jangan menuruti hawa nafsu dan jangan sombong. Kalau ada masalah, saya harus belajar menahan diri, berpikir dulu sebelum bertindak, dan lebih menghargai orang lain. Mudah-mudahan saya bisa menerapkannya, bukan cuma saat ikut pengajian, tetapi juga setiap hari,” ungkap RD.

Melalui kegiatan Majelis Ta’lim, Lapas Banjarmasin terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan keagamaan. Pemahaman tentang ketakwaan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri diharapkan mendukung proses introspeksi serta perubahan perilaku positif selama menjalani masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *