BANJARMASIN, metrozone.net–
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, bersama jajaran menyapa warga binaan melalui Budaya Sapa Kasih, Kamis (22/10). Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pencegahan kebakaran, dan optimalisasi layanan kesehatan bagi warga binaan.
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas mengingatkan warga binaan agar senantiasa menjaga kebersihan area blok hunian dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Imbauan ini menjadi perhatian khusus mengingat lingkungan lapas memiliki risiko kebakaran yang perlu diantisipasi bersama.
“Melalui Budaya Sapa Kasih, kami terus mengingatkan warga binaan untuk menjaga kebersihan area blok hunian dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Mengingat lingkungan kita rawan terhadap potensi kebakaran, kewaspadaan dan kepedulian bersama sangat diperlukan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi jajaran untuk menyapa, mendengarkan, serta memastikan kebutuhan warga binaan, termasuk layanan kesehatan, dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Kalapas.
Selain menyampaikan imbauan terkait kebersihan dan keamanan, kegiatan Sapa Kasih juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan layanan kesehatan. Tim Klinik Lapas Banjarmasin melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi warga binaan secara langsung di area hunian untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, salah satunya pengecekan tekanan darah.
Petugas Kesehatan Klinik Lapas Banjarmasin, Kurdi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada warga binaan sekaligus memudahkan pemantauan kondisi kesehatan mereka.
“Melalui program Sapa Kasih, Klinik Lapas Banjarmasin berupaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan dengan mendatangi warga binaan secara langsung. Kami melihat antusiasme mereka saat mendapatkan pemeriksaan, khususnya pengecekan tekanan darah. Dengan pendekatan ini, layanan kesehatan dapat lebih mudah dijangkau,” ungkap Kurdi.
Kehangatan kegiatan ini juga dirasakan oleh warga binaan. Kesempatan untuk berinteraksi dan bersalaman langsung dengan Kalapas menjadi pengalaman yang bermakna bagi mereka. Salah satunya ZA yang mengungkapkan rasa senangnya dapat bertemu langsung dengan pimpinan lapas.
“Saya sangat senang bisa bersalaman langsung dengan Kalapas. Bagi kami, Kalapas adalah orang tua di lapas ini yang membimbing dan membina kami agar menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap ZA.
Melalui Budaya Sapa Kasih, Lapas Banjarmasin terus mendorong terciptanya lingkungan hunian yang bersih, aman, dan sehat. Kegiatan ini menjadi wujud perhatian jajaran terhadap kebutuhan warga binaan, baik dalam aspek keamanan lingkungan maupun pemenuhan layanan kesehatan, sekaligus memperkuat hubungan yang humanis selama menjalani masa pembinaan. (HUMAS LAPAS BANJARMASIN)






