Banyuwangi, Metrozone.net- Fajar belum sepenuhnya menyingkap kabut di lereng Dusun Krajan ketika deru aktivitas konstruksi sudah memecah kesunyian. Tepat pukul 07.00 WIB, Jumat (10/4/2026), Komandan Koramil 0825/20 Songgon Kapten Kav Andoko memimpin apel pembukaan kerja, menandai dimulainya hari ke-13 pelaksanaan Karya Bakti TNI Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi. Di aliran Sungai Binau, Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, bukan hanya besi dan beton yang diadu melainkan semangat pengabdian yang tak kenal lelah.
Kegiatan ini bukan seremonial semata. Deretan personel lintas satuan hadir menjawab panggilan tugas: Bati Bhakti TNI Staf Ter Kodim 0825/Banyuwangi, anggota Sibang Kodim 0825, hingga pasukan dari Koramil 0825/08 Srono, 12 Rogojampi, 13 Singojuruh, 14 Kabat, dan 0825/19 Sempu bergerak bahu-membahu dalam satu irama. Mereka bersatu bersama Kepala Dusun Krajan Bp. Nanang, Kepala Dusun Gumukcandi Bp. Muhklis, anggota Satlinmas binaan Desa Songgon, serta warga setempat membuktikan bahwa karya besar lahir dari kolaborasi yang tulus, bukan dari kekuatan satu pihak saja.
Pada hari ke-13 ini, empat pekerjaan teknis serentak digarap dengan presisi: pembesian kolom, perakitan besi blok beton, penggalian lubang pondasi, dan pengecoran siklop rangkaian pekerjaan yang menuntut ketelitian tinggi sekaligus stamina baja. Jembatan yang tengah dibangun ini kelak menjadi urat nadi vital yang menghubungkan Dusun Krajan dengan Dusun Gumukcandi beserta wilayah sekitarnya akses yang selama ini memaksa warga memutar jauh hanya untuk menjangkau puskesmas, pasar tradisional, sekolah, maupun kebun mereka sendiri.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terjaga dalam kondisi tertib, lancar, dan aman cerminan disiplin yang meresap hingga ke akar. Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar infrastruktur beton dan baja; ia adalah simbol nyata bahwa TNI hadir bukan hanya saat darurat, melainkan dalam setiap detak kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Ketika balok terakhir kelak terpasang dan roda pertama melintasinya, setiap tetes keringat yang jatuh di tepian Sungai Binau hari ini akan bersaksi: inilah wajah sejati pengabdian tanpa syarat.
Editor: 5093N9






