Meulaboh (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meluncurkan terobosan baru dalam penanganan limbah domestik melalui “Program Kemitraan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat”
Melalui inovasi ini
warga Aceh Barat diajak untuk tidak lagi melihat sampah sebagai masalah, melainkan sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat, Dr. Kurdi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan sinergi antara pembangunan lingkungan dan penguatan ekonomi akar rumput.
”Ini bukan sekadar membersihkan desa, tapi tentang bagaimana kita membangun kemandirian gampong. Mari kita ubah perilaku dari membuang menjadi memilah, dari beban menjadi berkah,” ujar Kurdi pada Kamis (26/3/2026).
Kurdi mengatakan melalui kemitraan ini, pihaknya menawarkan skema saling menguntungkan (win-win solution) dengan memberikan manfaat yakni
terciptanya lapangan kerja baru melalui pengelolaan sampah bagi tenaga lokal mulai dari pengumpulan hingga pemilahan. Ini adalah peluang kerja nyata bagi warga desa,” ujarnya
Disamping itu, kata dia, program ini dapat memberikan peluang ekonomi & Penuntasan Kemiskinan. Kurdi menuturkan bahwa program ini menerapkan sistem bagi hasil yang menarik, dimana sebesar 35% dari retribusi sampah akan dikembalikan ke gampong, tentunya ekonomi desa bergerak lebih mandiri dan menjadi pemasukan kas desa,” kata Kurdi
”Dengan pengelolaan yang terstruktur, praktik pembuangan sampah liar bisa dihentikan. Desa akan menjadi lebih asri, bersih, dan meminimalisir risiko penyakit,” tambahnya
Kurdi menambahkan program kemitraan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui distribusi retribusi yang terkelola dengan transparan dan akuntabel,” terangnya
DLH Aceh Barat mengajak seluruh perangkat desa (Keuchik, Tuha Peut) serta kelompok masyarakat untuk segera bergabung dalam program kemitraan ini. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil di rumah tangga dengan memisahkan sampah organik dan anorganik,” tuturnya
”Mari kita jadikan Gampong kita sebagai contoh daerah yang bersih, sehat, dan mandiri secara ekonomi. Sudah saatnya kita katakan sayonara pada sampah liar,” ungkapnya
”Kami mengajak perangkat desa atau kelompok masyarakat yang berminat menjalin kemitraan, dapat segera menghubungi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat untuk proses sosialisasi dan teknis pelaksanaan,” tutupnya
Penulis: Almanudar












