Panyabungan Mandailing Natal Metrozone net
Di hari pertama sahur bulan Ramadan, masyarakat Mandailing Natal tetap melaksanakan tradisi menggule daging sapi, meskipun harga daging sapi mencapai Rp. 180.000 per kilogram. Rabu (18/02).
Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Mandailing Natal, terutama pada momen-momen tertentu seperti sahur pertama bulan Ramadan, hari pertama Idul Fitri, dan hari raya Idul Adha.
Ratna Sari, salah satu masyarakat Mandailing Natal, mengungkapkan bahwa menggule daging sapi hanya dilakukan pada momen-momen tertentu. “Menggule daging sapi pada sahur pertama merupakan sebuah tradisi dan rasa syukur karena masih dipertemukan dengan Ramadan tahun ini,” ujarnya.
Meskipun harga daging sapi yang mahal, minat beli masyarakat Mandailing Natal tidak menurun. Mereka tetap membeli daging sapi untuk melaksanakan tradisi menggule daging di hari pertama sahur. “Kami ingin menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan menjadi bagian dari budaya kami,” kata Ratna Sari.
Bagi sebagian masyarakat Mandailing Natal, menggule daging sapi pada sahur pertama Ramadan memiliki makna yang dalam. Mereka ingin merayakan kesyukuran atas nikmat yang diberikan dan mempererat hubungan keluarga dan masyarakat.
Tradisi menggule daging sapi di Mandailing Natal juga menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat tetap menjaga budaya dan tradisi mereka, meskipun dihadapkan dengan tantangan ekonomi.
Peliput:Siti Khoiriah



