Meulaboh (Metrozone.net) – Tim Wildlife Response Unit (WRU) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Resort Meulaboh bergerak cepat melakukan penanganan interaksi negatif gajah liar di wilayah Trans Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Operasi ini mulai diintensifkan sejak Sabtu malam (6/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, menyusul laporan resah dari masyarakat setempat. Warga melaporkan bahwa kawanan satwa dilindungi tersebut telah memasuki area pemukiman dan perkebunan dalam dua hari terakhir.
Berdasarkan hasil pantauan dan verifikasi visual oleh tim gabungan di lapangan, sejumlah tanaman perkebunan milik warga Trans Lango dilaporkan mengalami kerusakan akibat menjadi sasaran interaksi satwa bertubuh besar tersebut.
”Saat ini, tim mengidentifikasi ada satu ekor gajah yang sedang aktif beraktivitas di wilayah interaksi. Namun, berdasarkan indikasi di lapangan, kami meyakini bahwa kawanan utama gajah tersebut berada tidak jauh dari lokasi pemukiman ini,” ujar Kalaksa BPBD Aceh Barat, T. Ronald Nehdiansyah pada Minggu pagi (7/6/2026).
Ronald menjelaskan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih meluas dan menghindari kontak langsung dengan warga, tim gabungan langsung menerapkan strategi penanganan terpadu yang terbagi dalam dua fase patroli malam hari untuk melakukan penyisiran berkala di titik-titik wilayah interaksi aktif guna memantau pergerakan gajah dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berjaga.
Kemudian, kata dia, penyisiran dan penghalauan dilakukan minggu pagi (7/6-2026), tim memperluas pergerakan dengan menyisir jalur-jalur yang dilewati gajah saat keluar menuju pemukiman. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi posisi pasti satwa, yang kemudian akan dilanjutkan dengan upaya penghalauan kembali ke dalam hutan (habitatnya).
Operasi mitigasi konflik satwa dan manusia ini ditargetkan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Sebanyak 13 personel gabungan telah disiagakan di lokasi, yang terdiri dari 10 personel dari Tim WRU-BPBD Aceh Barat dan diperkuat 3 petugas ahli dari BKSDA Aceh Resort Meulaboh,” kata Ronald
Lanjutnya, Guna mendukung kelancaran pergerakan di medan yang cukup menantang, tim turut dilengkapi dengan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, di antaranya: 2 Unit Mobil Double Cabin (untuk mobilitas personel dan logistik). 4 Unit Motor Trail (untuk menerobos jalur perkebunan yang sempit) dan peralatan penerangan intensitas tinggi (maksimalkan pemantauan malam hari).
Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau kepada masyarakat Trans Lango untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di kebun pada malam hari, dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat pergerakan baru dari kawanan gajah tersebut.
Penulis: Almanudar











