Banyuwangi, Meteozone.net- Di bawah terik pagi yang mulai menggigit, deru mesin las dan dentingan besi kembali memecah keheningan tepian Sungai Binau, Rabu (15/4/2026). Tepat pukul 07.00 WIB, puluhan prajurit TNI yang dipimpin langsung oleh Komandan Koramil 0825/20 Songgon.
Kapten Kav Andoko, kembali menapakkan kaki di lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi. Ini adalah hari ke-17 dan semangat mereka tak sedikitpun redup. Apel bersama digelar sebelum cangkul, palu, dan alat las digenggam erat, menegaskan bahwa kedisiplinan adalah fondasi pertama sebelum fondasi beton pun dituang.
Bukan sekadar pekerjaan satu satuan, kegiatan Karya Bakti TNI hari ini mengerahkan kekuatan lintas koramil personel dari Koramil 0825/08 Srono, 12 Rogojampi, 13 Singojuruh, 14 Kabat, hingga 0825/19 Sempu bahu-membahu di lokasi yang sama, didampingi oleh Bati Bhakti TNI Staf Ter Kodim 0825 serta anggota Sibang Kodim. Di hadapan mereka, agenda hari ke-17 tidak ringan: pengelasan angkur baja, pengecoran Blok Angkur, hingga pergeseran dan pengangkutan material batu koral dilaksanakan secara serentak.
Warga Dusun Krajan dan Dusun Gumukcandi yang turut hadir bukan hanya menjadi penonton mereka adalah bagian dari denyut nadi gotong royong yang menjadi roh pembangunan ini.
Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Binau, di Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon ini bukan sekadar konstruksi baja dan beton.
Ia adalah jawaban nyata atas isolasi bertahun-tahun yang dirasakan warga dua dusun. Selama ini, akses menuju puskesmas, pasar tradisional, sekolah, hingga kebun menjadi perjalanan panjang dan melelahkan bagi warga yang tinggal di sisi yang terpisah.
Ketika rampung nanti, jembatan ini akan menjadi urat nadi baru menghubungkan kehidupan, mempersingkat jarak, dan membuka peluang ekonomi yang selama ini tertahan di bibir sungai.
Seluruh rangkaian kegiatan hari ini berlangsung dalam suasana tertib, lancar, dan aman cerminan dari sinergi yang kokoh antara TNI dan masyarakat.
Di saat banyak pihak hanya bicara tentang pembangunan, prajurit Koramil 0825/20 Songgon justru membuktikannya dengan tangan yang kotor dan keringat yang jatuh ke tanah Banyuwangi. Hari ke-17 ini bukan puncak ini hanyalah satu lagi bukti bahwa TNI hadir, bekerja, dan berdiri paling depan demi rakyatnya. Sebagaimana falsafah prajurit: selama rakyat belum sejahtera, tugas belum selesai.
Editor: 5093N9






